Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Hindari Banjir, KPU Sewa Gudang Tembakau

10 Februari 2019, 11: 55: 14 WIB | editor : Abdul Basri

SUPAYA AMAN: Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah kemarin mengecek kotak suara yang disimpan di gudang tembakau di Kelurahan Bugih, Kota Pamekasan.

SUPAYA AMAN: Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah kemarin mengecek kotak suara yang disimpan di gudang tembakau di Kelurahan Bugih, Kota Pamekasan. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Kantor Komisi Pemilihan (KPU) Pamekasan tidak aman dari banjir. Setiap terjadi hujan deras, kantor yang berada di Jalan Brawijaya, Kelurahan Jungcangcang, itu tergenang. Demi keamanan logistik pemilu, KPU menyewa gudang tembakau.

Ketua KPU Pamekasan Moh. Hamzah mengatakan, logistik pemilu harus aman dari banjir. Sementara kantor KPU kerap tergenang jika terjadi hujan lebat. Penyelenggara pemilu itu menyewa gudang tembakau sebagai tempat penyimpanan logistik.

Gudang tersebut berada di Kelurahan Bugih, Kota Pamekasan. Seluruh logistik pemilu, baik kotak suara maupun surat suara, disimpan di gudang tersebut.

Gudang yang berada di barat jalan itu aman dari ancaman banjir. Lokasinya berada di dataran tinggi. Fondasi gudang juga relatif tinggi. ”Kami pastikan logistik aman dari banjir,” katanya kemarin (9/2).

Hamzah menyatakan, uang sewa gudang yang harus dikeluarkan KPU Rp 5 juta. Masa sewa satu tahun. Setiap hari petugas KPU dibantu kepolisian menjaga ketat tempat penyimpanan logistik pemilu tersebut.

Menurut Hamzah, pada pilkada tahun lalu, KPU juga menyewa gudang itu sebagai tempat penyimpanan logistik. Selain menghindari banjir, kantor KPU tidak muat untuk menyimpan barang-barang kebutuhan pemilihan umum itu.

Rencananya, tahun ini kantor penyelenggara pemilu itu bakal dibangun. Pemkab Pamekasan menggelontorkan anggaran Rp 1 miliar. ”Tahun ini pembangunan kantor KPU dimulai,” ujar pria murah senyum itu.

Hamzah berharap, pembangunan kantor KPU berjalan lancar. Diharapkan seluruh aktivitas, termasuk penyimpanan logistik digelar di kantor KPU. ”Lokasi tidak pindah, tetap di Jalan Brawijaya,” sebutnya.

Aktivis Lembaga Kajian Kebijakan Pemerintah (LKKP) Zahrul Anam mengatakan, logistik pemilu harus dipastikan aman. Aman dari kerusakan karena faktor alam serta dari kecurangan.

Penjagaan dari aparat kepolisian serta petugas KPU harus optimal. Selama 24 jam, gudang harus diawasi dengan ketat. ”Logistik pemilu merupakan barang milik negara yang wajib dijaga keamanannya,” tandas Anam.

Untuk diketahui, pemilu digelar pada 17 April mendatang. Di Pamekasan, pemilu akan digelar di 3.133 tempat pemungutan suara (TPS), 178 desa, dan 13 kecamatan. 

(mr/pen/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia