Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

Banyak Desa di Sampang Tak Miliki Perpusdes

09 Februari 2019, 14: 55: 26 WIB | editor : Abdul Basri

SEMANGAT: Seorang siswa sedang membaca buku di Perpustakaan Sampang. 

SEMANGAT: Seorang siswa sedang membaca buku di Perpustakaan Sampang.  (MOH. IQBAL/RadarMadura.id)

SAMPANG - Upaya pemerintah dalam meningkatkan minat baca masyarakat melalui perpustakaan desa (perpusdes) belum maksimal. Buktinya, dari sejumlah desa yang ada di Sampang hanya sedikit yang memiliki perpusdes.

Berdasarkan data yang dihimpun RadarMadura.id, dari 186 desa/kelurahan yang ada di Sampang baru 52 desa/kelurahan yang memiliki perpusdes. Dengan demikian masih ada 134 desa/kelurahan yang belum mempunyai perpusdes.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sampang M. Bahri mengatakan, keberadaan 52 perpusdes yang ada saat ini merupakan bantuan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.

 "Bantuan tersebut berbentuk buku dan rak, desa yang mendapatkan bantuan menerima seribu buku dan dua rak buku. Masih banyak yang belum memiliki gedung perpusdes," katanya.

Tidak hanya itu, M. Bahri juga mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi lagi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur untuk mengetahui tahun ini ada berapa desa yang akan mendapatkan bantuan perpusdes.

 "Insyallah pekan depan kami akan berkoordinasi dengan pihak provinsi," paparnya.

Untuk membangun perpusdes sebenarnya di setiap desa sudah ada dana desa (DD). Menurut M. Bahri, seharusnya sebagian kecil dari DD tersebut diperuntukan untuk pembanguan perpusdes. 

"Pemerintah desa harus memperhatikan keberadaan perpusdes, karena ini penting bagi masyarakat," pintanya.

M. Bahri menambahkan soal pentingnya keberadaan perpusdes, yaitu untuk memenuhi kebutuhan minat baca masyarakat di pedesaan yang jauh dari pusat kota. 

Disisi lain, pemdes juga harus memperhatikan serta menyesuaikan dengan  kebutuhan desa tersebut. "Jika desa tersebut merupakan desa di kawasan pertanian, jadi buku yang disediakan harus berkaitan dengan pertanian" jelasnya. (Moh.Iqbal)

(mr/ayd/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia