Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Kios di Lantai 2 Tak Diminati

BPRS Bhakti Sumekar Beli ke Investor

09 Februari 2019, 14: 22: 13 WIB | editor : Abdul Basri

SEPI: Kios di lantai 2 blok A Pasar Anom Baru Sumenep tidak berpenghuni hingga kemarin.

SEPI: Kios di lantai 2 blok A Pasar Anom Baru Sumenep tidak berpenghuni hingga kemarin. (DAFIR/RadarMadura.id)

SUMENEP – Pengelolaan blok A Pasar Anom Baru Sumenep perlu dievaluasi. Sebab, banyak kios belum ditempati. Terutama di lantai 2, hampir semua kios tidak berpenghuni. Itu karena harga jual mahal dan letaknya kurang strategis.

Wakil Ketua DPRD Sumenep Badrul Aini mengutarakan, blok A Pasar Anom Baru sudah selesai dibangun. Namun yang diisi pedagang hanya lantai bawah. Sementara kios di lantai 2 melompong.

BPRS Bhakti Sumekar selaku penanggung jawab pengelolaan Pasar Anom Baru harus bekerja keras. ”Kios di lantai 2 kok tidak laku,” kata Badrul kemarin.

Dia menyampaikan, blok A dikerjakan pihak ketiga. Hasil pengerjaan lalu dijual ke BPRS Bhakti Sumekar. ”Pihak ketiga ini tidak punya uang untuk membangun. Pinjamlah ke BPRS,” sebut dia.

Yang aneh, sambungnya, pihak ketiga ikut menjual sebagian kios di lantai 1. ”Padahal tanahnya milik pemkab. Kenapa pihak ketiga ikut menjual,” tanyanya. Terlepas dari itu, BPRS Bhakti Sumekar memiliki tanggung jawab untuk membuat kios di lantai 2 laku.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Novi Sujatmiko mengatakan, kios yang ada di lantai 2 tidak menarik untuk pedagang. Pihaknya berusaha menjual kios tersebut. ”Kalau tidak laku-laku, itu urusan sisi bisnis, kenapa dipermasalahkan,” katanya.

BPRS Bhakti Sumekar membeli kios tersebut ke investor. Sebab yang membangun blok A Pasar Anom Baru adalah investor. ”Kami tidak pernah mengerjakan proyek Pasar Anom,” tegasnya.

Kata dia, investor ada pinjaman ke BPRS Bhakti Sumekar untuk keperluan kekurangan modal. ”Pasar itu milik investor, kami beli,” terangnya. Pasar Anom Baru bukan dibangun dari APBD. ”Itu dari investor. Tidak ada uang satu rupiah pun dari APBD,” pungkas Novi. 

(mr/daf/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia