Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Features
Rektor IAIN Madura Lantik 71 Pejabat Baru

Lulusan Berkualitas, 30 Alumni Diterima Jadi PNS

07 Februari 2019, 10: 34: 33 WIB | editor : Abdul Basri

KHIDMAT: Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. melantik 71 pejabat baru di aula kampus kemarin.

KHIDMAT: Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. melantik 71 pejabat baru di aula kampus kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

IAIN Madura memiliki semangat kerja baru. Sebanyak 71 pejabat dilantik untuk masa bertugas hingga 2022. Pengelolaan IAIN Madura ke depan berada di tangan mereka.

ANIS BILLAH, Pamekasan

PEJABAT di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura berkumpul di aula kampus kemarin (6/2). Mereka terdiri atas jajaran rektorat, pelaksana administrasi, lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LP2M), dan yang lainnya. Mereka akan dilantik sebagai pejabat untuk masa tugas 2018–2022.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Rektor IAIN Madura Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. memandu pelantikan 71 pejabat baru itu. Mereka akan bertugas selama empat tahun ke depan.

Jabatan rektor masih dipimpin oleh Dr. H. Mohammad Kosim, M.Ag. Sementara untuk wakil rektor (Warek) bidang akademik dan kelembagaan dijabat Dr. H. Nor Hasan, M.Ag. Jabatan Warek bidang administrasi umum perencanaan dan keuangan dijabat Dr. H. Moh. Zahid, M.Ag. Sedangkan Warek bidang kemahasiswaan dan kerja sama masih dipimpin Dr. H. Mohammad Hasan, M.Ag.

Bidang pelaksana administrasi dijabat Drs. H. Abd. Malik, M.M. sebagai Kabiro administrasi umum, keuangan, dan akademik. Jabatan Direktur Pascasarjana dipimpin Dr. H. Zainuddin Syarif, M.Ag. Sementara jabatan ketua LP2M diemban Drs. Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I. Sedangkan Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd. dipercaya sebagai ketua LPM.

Kemudian, pejabat dekan fakultas juga dilantik pada waktu yang sama. Dr. H. Atiqullah, M.Pd. sebagai dekan fakultas tarbiyah. Dr. H. Zainal Abidin, M.E. sebagai dekan fakultas ekonomi dan bisnis Islam. Dekan fakultas syariah dipercayakan kepada Dr. Maimun, M.H. Sedangkan dekan fakultas ushuluddin dan dakwah dijabat Dr. H. Umar Bukhory, M.Ag.

”Proses pelantikan dilakukan dua tahap. Prosesi pelantikan yang sekarang tahap kedua. Sementara tahap pertama sudah dilakukan Senin (28/1),” terang Kosim.

Kosim menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan selama empat tahun ke depan. Hal itu harus dilakukan bersama-sama, baik pejabat rektorat atau struktural. Masing-masing pejabat harus saling bersinergi.

Lima poin penting yang perlu diterapkan dalam menjalankan tugas di lingkungan perguruan tinggi. Yakni integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. ”Lima poin tersebut penting diterapkan selama masa kerja 2018–2022,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan kepada pejabat baru bahwa kampus yang berdiri di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, itu memiliki tiga moto penting. Yakni religius, kompeten, dan kompetitif. Dengan begitu, nilai-nilai agamais, kemampuan, serta daya saing terus meningkat.

”Tugas kita adalah menjaga moto yang ada di kampus ini. Kita harus menjaga nilai-nilai agamais serta keahlian mahasiswa di masing-masing fakultas. Sehingga, mereka memiliki daya saing yang kuat di bidang akademis,” ungkapnya.

Kosim mencontohkan, proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) bisa menjadi tolok ukur untuk melihat kualitas lulusan dari sebuah perguruan tinggi. Sebab, pada saat itu lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi bersaing untuk menjadi abdi negara.

Sebanyak 30 lulusan IAIN Madura berhasil diterima sebagai abdi negara pada rekrutmen CPNS 2018. Puluhan lulusan IAIN yang diterima PNS tersebut bertugas di lingkungan Pemkab Pamekasan. Karena itu, pihaknya mengaku bangga atas diterima puluhan lulusan IAIN tersebut.

Kosim meyakini mereka akan mampu menjalankan tugas sebagai abdi negera dengan baik. Sebab, mereka telah dididik secara optimal di kampus, baik teori maupun praktik. Dia berpesan agar mereka bekerja dengan baik sesuai peraturan yang berlaku.

”Kami selaku rektor mengucapkan selamat kepada mereka yang diterima PNS. Untuk para guru agama, ajarkan Islam yang ramah dan moderat kepada para siswa. Saya yakin mereka mampu mengemban tugas,” tukasnya.

(mr/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia