Jumat, 26 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Ekonomi Bisnis

Disdag Butuh Ratusan Juta Promosikan IKM

01 Februari 2019, 13: 49: 06 WIB | editor : Abdul Basri

PRODUK UNGGULAN: Perajin menjemur batik di halaman rumahnya di Desa/Kecamatan Tanjungbumi beberapa waktu lalu.

PRODUK UNGGULAN: Perajin menjemur batik di halaman rumahnya di Desa/Kecamatan Tanjungbumi beberapa waktu lalu. (A. YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Usaha mandiri masyarakat yang masuk kategori industri kecil menengah (IKM) mendapat perlakuan khusus. Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan menyediakan anggaran Rp 320 juta untuk fasilitasi promosi usaha mandiri tersebut.

Kepala Disdag Bangkalan Budi Utomo mengatakan, anggaran tersebut untuk promosi penjualan produk usaha mandiri masyarakat yang masuk kategori IKM. Promosi penjualan bagi pelaku IKM perlu dilakukan. ”Agar mereka itu bisa lebih besar dan mandiri,” ujarnya.

Disdag fokus mendorong pelaku IKM untuk melakukan kegiatan ekonomi melalui sistem online. Dengan demikian, pangsa pasar bagi para pelaku IKM semakin luas. ”Mereka perlu memiliki jaringan penjualan, tentunya menggunakan e-commerce,” kata Budi kemarin (31/1).

Pembinaan terhadap IKM melibatkan banyak pihak. Selain disdag yang memiliki peran untuk memfasilitasi penjualan, terdapat dinas perindustrian dan ketenagakerjaan yang memiliki peran untuk melakukan pembinaan peningkatan kualitas produk.

Budi menjelaskan, di era digital, media sosial (medsos) tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi. Namun juga mulai difungsikan untuk kegiatan jual beli. ”Jangkauannya lebih luas. Promosinya lebih murah daripada kita menyelenggarakan pameran,” terangnya.

Disdag juga akan mengikutsertakan pelaku IKM dalam pameran dan akan memberikan pelatihan tentang sistem penjualan online kepada pelaku IKM. ”Dengan ini kami berharap, bisa menambah keuntungan kepada produsen,” harapnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur meminta agar pemerintah saling sinergi antar lembaga. Pembinaan kepada IKM sifatnya sektoral. ”Jadi pemerintah yang saling terkait harus saling berkoordinasi,” sarannya. (jup)

(mr/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia