Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Features

Longsor, Dusun Pattiro Tertimbun Tanah

Banjir Bandang Tewaskan 6 Warga Gowa

24 Januari 2019, 13: 23: 21 WIB | editor : Abdul Basri

TINGGAL SEPARUH: Rumah penduduk dikepung air banjir bandang.

TINGGAL SEPARUH: Rumah penduduk dikepung air banjir bandang. (ACT for RadarMadura.id)

SULAWESI SELATAN - Dalam dua hari terakhir, masyarakat Kabupaten Gowa ditimpa musibah. Selain banjir bandang, rumah penduduk juga ditimpa tanah longsor. Bahkan, satu dusun di Desa Pattallikang yaitu Dusun Pattiro dilaporkan terkubur tanah.

Informasi yang dihimpun RadarMadura.id menyebutkkan, banjir bandang berasal dari Bendungan Bili-Bili. Bendungan tersebut merupakan bangunan penimbun air terbesar di Sulawesi Selatan. Beberapa jembatan hancur dan akses jalan antar wilayah terputus.

Selain banjir, bencana tanah longsor juga menerjang Gowa. Longsor terjadi di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Desa Datara, Tompobulu, Bilanrengi, juga Desa Parigi. Kemudian Desa Bili-Bili, Kecamatan Bontomarannu. Longsor terparah menerjang Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju.

Berdasarkan laporan relawan aksi cepat tanggap (ACT) yang bertugas di Kabupaten Gowa, terdapat satu dusun di Desa Pattallikang yang terkubur, yakni Dusun Pattiro. Beberapa orang diperkirakan masih hilang dan sejunlah penduduk lainnya dinyatakan meninggal dunia.

Nur Ali Akbar, tim emergency response ACT Sulawesi Selatan mengatakan, tim ACT akan menuju lokasi tanah longsor di Dusun Pattiro. Saat ini sedang dilakukan perencanaan serta persiapan. “Ini lokasinya di Sapaya, di pelosok, jarak tempuh kurang lebih 80 kilometer dari Gowa,” ungkapnya, Rabu (23/1).

Sementara sampai Rabu (23/1), tim relawan ACT yang diterjunkan merespons banjir dan longsor di Sulawesi Selatan sebanyak 51 personel. Mereka diturunkan di Makassar dan Gowa. Tim ditugasi mengurus evakuasi, medis, logistik, hingga pendataan. ACT juga mendirikan empat posko.

Jika merujuk laporan yang dirilis Pemerintah Kabupaten Gowa, korban meninggal akibat banjir bandang baru terdata enam orang. Mereka berasal dari berbagai kecamatan yang terdampak. Selain Gowa dan Makassar, banjir juga merendam Maros, Pangkep, Barru hingga Jeneponto. 

(mr/*/yan/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia