Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan
KPU Pastikan Tak Ada Caleg Mundur

Mestinya Tidak Boleh Diangkat Jadi Direktur PT Sumekar

24 Januari 2019, 05: 45: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BUKTI: Nama Achmad Zainal Arifin tercantum dalam DCT di website KPU Jatim.

BUKTI: Nama Achmad Zainal Arifin tercantum dalam DCT di website KPU Jatim. (DAFIR/RadarMadura.id)

SUMENEP – Pengangkatan direksi PT Sumekar semakin jelas kejanggalannya. Direktur PT Sumekar Achmad Zainal Arifin masih sah tercatat sebagai caleg DPRD Jatim dari PKB nomor urut 10.

Komisioner KPU Jatim Divisi Teknis Penyelenggaraan Muhammad Arbayanto kemarin (23/1) menyatakan, setelah caleg masuk daftar calon tetap (DCT) tidak boleh mengundurkan diri. Kalaupun mengajukan pengunduruan diri, tidak bisa dikabulkan. ”Kalau mengundurkan diri sebelum DCT masih bisa,” kata dia.

Arbayanto menyampaikan, selain caleg tidak bisa mengundurkan diri, sampai kemarin tidak ada laporan dari partai apa pun untuk dapil Madura. ”Dari dapil Madura tidak ada caleg yang mundur,” tegasnya.

Caleg yang sudah ditetapkan dalam DCT memang tidak boleh mundur. Itu sudah jelas diatur PKPU Nomor 20 Tahun 2018. Disebutkan, tidak diperkenankan ada pengunduran diri caleg pasca DCT ditetapkan. ”Itu landasannya,” ujarnya.

Arbayanto menyatakan, caleg boleh dicoret apabila memenuhi tiga unsur. Yakni, meninggal dunia, terkena vonis pidana pemilu, dan gugur syarat pencalonannya. ”Selama tidak memenuhi tiga unsur itu, kami tidak bisa mencoret caleg,” jelas dia.

Namun, meski sudah dicoret dalam daftar pencalonan caleg DPRD Jatim, tetap tercantum dalam DCT. Bahkan jika ada yang nyoblos, suaranya masuk ke parpol. Saat ini surat suara sudah dalam proses pembuatan. ”Misalnya benar ada caleg mau mundur, ya harus ada partai yang melapor. Sampai sekarang belum ada laporan caleg mundur untuk dapil Madura,” sebut Arbayanto.

Setiap caleg merupakan anggota partai politik (parpol). Saat mendaftar, caleg harus melampirkan kartu tanda anggota (KTA) parpol. ”Hubungannya KPU bukan dengan caleg, tapi dengan parpol. Tapi sekali lagi, belum ada parpol lapor calegnya mundur,” tegasnya.

Dengan demikian, caleg-caleg DPRD Jatim dari dapil Madura tetap utuh sesuai DCT. Apabila ada yang mau mundur, harus ada parpol yang melapor. Namun tetap memenuhi tiga unsur itu. Misalnya, caleg diterima sebagai CPNS. Itu bisa dicoret karena BKN melarang abdi negara menjadi anggota parpol.

”Berkenaan dengan caleg yang jadi direksi BUMD di Sumenep, mengacu pada PP 54, semestinya tidak boleh diangkat. Tapi kami tidak punya kewenangan di situ,” tandas Arbayanto.

Sementara itu, Direktur PT Sumekar Achmad Zainal Arifin bungkam. Namun sebelumnya yang bersangkutan mengaku sudah mundur sebagai caleg.

(mr/daf/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia