Jumat, 19 Apr 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Ancam Laporkan Kejari ke KPK

Tuding Tak Profesional Ungkap Dugaan Korupsi

24 Januari 2019, 02: 01: 59 WIB | editor : Abdul Basri

KAWAL TERUS: Aktivis RAR melakukan unjuk rasa di depan Kejari Bangkalan kemarin.

KAWAL TERUS: Aktivis RAR melakukan unjuk rasa di depan Kejari Bangkalan kemarin. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Aktivis Rumah Advokasi Rakyat (RAR) kembali melakukan unjuk rasa di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan kemarin (23/1). Mereka menuding Korps Adhyaksa tidak serius mengusut dugaan korupsi program kambing etawa. Mereka mengancam akan melaporkan masalah tersebut ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengadaan kambing etawa merupakan program badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan tahun anggaran 2017. Realisasi program tersebut tersebar di 273 desa se-Bangkalan. Total anggaran Rp 9.213.750.000. Setiap desa dianggarkan Rp 33.750.000.

Direktur RAR Risang Bima Wijaya mengatakan, aksi kemarin untuk menagih janji kejari mengumumkan identitas tersangka. Namun, tidak kunjung dilakukan. Dia menuding, penyidik kejari tidak profesional mengungkap dugaan korupsi kambing etawa.

Kejari, sebut Risang, menerima uang titipan Rp 432 juta hasil dugaan korupsi program kambing etawa. Pria berambut gondrong itu meminta kejari menunjukkan uang titipan Rp 432 juta tersebut. ”Kami mendesak kejari menunjukkan, karena ada kecurigaan uang itu tidak ada,” katanya.

Dia mengancam akan melaporkan masalah pengungkapan kasus dugaan korupsi kambing etawa ke beberapa instansi. Seperti, Komisi Kejaksaan dan Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung. Juga akan melapor ke Komisi III DPR RI dan KPK dengan tembusan ke Kejati Jatim. ”Kami akan laporkan minggu depan hingga awal Februari,” katanya.

Ditemui, Kepala Kejari Bangkalan Badrut Tamam enggan memberi tanggapan terkait demo yang dilakukan aktivis RAR. Dia juga tidak mau meladeni ancaman RAR yang akan melapor ke Komisi III DPR RI, Kejagung, dan KPK. 

(mr/bam/hud/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia