Minggu, 17 Feb 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal
Kasus Perusakan APK Berakhir Damai

Caleg PKS Cabut Laporan, Kades Minta Maaf

22 Januari 2019, 14: 24: 19 WIB | editor : Abdul Basri

KLIR: Komisioner Bawaslu Bangkalan Mashuri menerima berkas perjanjian damai dari caleg PKS Musawwir disaksikan Kades Kendaban Sukron Makmun dan kedua terlapor kemarin.

KLIR: Komisioner Bawaslu Bangkalan Mashuri menerima berkas perjanjian damai dari caleg PKS Musawwir disaksikan Kades Kendaban Sukron Makmun dan kedua terlapor kemarin. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Penurunan alat peraga kampanye (APK) calon anggota DPRD Bangkalan oleh aparatur pemerintah Desa Kendaban, Kecamatan Tanah Merah, menemui titik terang. Pelapor dan terlapor sepakat berdamai. Caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Musawwir mencabut laporannya di Bawaslu Bangkalan kemarin (21/1).

Penurunan tiga APK itu terjadi Kamis malam (10/1) dan Jumat pagi (11/1). Penurunan APK dilakukan Munir selaku Kadus di Desa Kandaban dan tokoh keamanan desa setempat bernama Suli alias Wik. Mengetahui APK-nya diturunkan, Musawwir berkoordinasi dengan Kades Kandaban.

Namun upaya itu tidak menemukan solusi lantaran tidak ada iktikad baik dari Munir dan Suli. Karena itu, kasus tersebut dia laporkan ke Bawaslu Bangkalan, Senin (14/1). Setelah dilaporkan, terlapor mendatangi kediamannya. Mereka meminta permasalahan tersebut tidak diperpanjang. Kemudian, melakukan agenda pertemuan di rumah Kades Dumajah pada Sabtu malam (19/1).

Pertemuan dihadiri terlapor, Kades, dan tokoh masyarakat Dumajah dan Kandaban. Hasilnya, permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan berdamai. ”Saya welcome selama yang bersangkutan mau menyadari perbuatannya dan tidak mengulangi kembali kesalahannya. Saya selalu siap untuk menyelesaikan secara kekeluargaan,” terang anggota Komisi C DPRD Bangkalan itu.

Kades Kendaban Sukron Makmun menyampaikan permohonan maaf. Sebab, salah satu Kadus dan tokoh keamanan desa telah melakukan penurunan APK milik Musawwir. ”Kami atas nama pemerintah Desa Kandaban minta maaf atas kekhilafan,” terangnya.

Sukron menambahkan, setelah dilakukan pertemuan dan kesepakatan damai di rumah Kades Dumajah, keesokan harinya APK milik Musawwir kembali terpasang. ”Alhamdulillah, permasalahan ini sudah klir,” singkatnya.

Ketua Bawaslu Bangkalan A. Mustain Saleh mengutarakan, kemarin ada dua agenda pemeriksaan. Pagi pemeriksaan kepada pelapor dan saksi. Siang pemeriksaan kepada Munir dan Suli selaku terlapor. Namun, kedua pihak tidak berkenan dan menyerahkan berkas perdamaian. Sementara pelapor mencabut laporan.

”Kami menerima surat perjanjian damai dan pencabutan. Tapi kita tetap berpegang kepada SOP terkait penanganan pelanggaran,” terangnya. Kendati pelapor dan terlapor berdamai dan mencabut laporan, Bawaslu memiliki waktu sehari untuk rapat bersama kejari dan polres guna menentukan langkah berikutnya.

Apakah penurunan APK akan dihentikan atau dilanjutkan. Sebab, keputusan tetap berada di sentra penegakan hukum terpadu (gakkumdu). ”Besok hasilnya akan kami rilis,” janji Mustain. 

(mr/bam/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia