Selasa, 19 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Berharap Penumpang Kembali Ramai

12 Januari 2019, 01: 10: 48 WIB | editor : Abdul Basri

KURANG DIMINATI: Maskapai Wings Air saat menunggu penumpang di Bandara Trunojoyo, Sumenep.

KURANG DIMINATI: Maskapai Wings Air saat menunggu penumpang di Bandara Trunojoyo, Sumenep. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

SUMENEP – Bandara Trunojoyo, Sumenep, mengurangi jadwal penerbangan. Semula setiap hari ada penerbangan. Namun sekarang dalam seminggu hanya ada empat kali terbang. Yaitu rute Sumenep–Surabaya dan Surabaya–Sumenep.

Pengurangan jadwal penerbangan lantaran penumpang pesawat semakin sepi. Warga yang menggunakan jasa Wings Air menurun drastis. Tiap kali penerbangan maksimal 20 penumpang. Padahal dulu bisa mencapai 60 penumpang bahkan bisa penuh 72 penumpang.

Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Indra Triyantono membenarkan jadwal penerbangan dikurangi. Pemicunya, penumpang yang menggunakan jasa penerbangan sepi. ”Sekarang seminggu empat kali penerbangan. Tidak tiap hari lagi,” kata dia kepada RadarMadura.id kemarin (11/1).

Menurut Indra, sepinya penumpang terlihat sejak peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air. ”Sejak Natal, penumpang mulai berkurang. Biasanya 65 penumpang atau paling minim 40 penumpang. Sekarang tinggal 15 sampai 18 penumpang,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, menurunnya penumpang tidak hanya terjadi di Bandara Trunojoyo Sumenep. Tetapi seluruh bandara mengalami hal serupa. Bahkan sebagian bandara tutup. ”Seperti Jember sudah tutup. Banyuwangi hampir sama dengan yang di Sumenep,” terangnya.

Meski jumlah penumpang kian berkurang, otoritas bandara tetap melayani penumpang. ”Dalam seminggu hanya empat kali penerbangan,” ucapnya. Padahal, lanjut Indra, pesawat merupakan mode transportasi paling aman.

Angka kecelakaan transportasi udara paling sedikit. ”Lebih banyak mana yang meninggal karena jalur udara atau darat. Pesawat itu angkutan paling aman,” tegasnya.

Dia mengajak masyarakat jangan takut menggunakan jasa transportasi udara. Selain aman, juga bisa lebih cepat sampat tujuan. ”Urusan kecelakaan, itu sudah kuasa Ilahi,” ucapnya.

Pihaknya berharap penumpang yang menggunakan pesawat melalui Bandara Trunojoyo kembali ramai. ”Pada 2017 dan 2018 penumpang pesawat sering full. Sekarang hanya belasan penumpang,” tukasnya.

(mr/daf/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia