Sabtu, 23 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

DLH Prediksi Pertengahan Januari Adipura Turun

11 Januari 2019, 01: 31: 50 WIB | editor : Abdul Basri

BELUM TURUN: Tugu Adipura yang terletak di pertigaan Jalan Trunojoyo, Desa Gedungan, Kota Sumenep.

BELUM TURUN: Tugu Adipura yang terletak di pertigaan Jalan Trunojoyo, Desa Gedungan, Kota Sumenep. (DAFIR/RadarMadura.id)

SUMENEP – Penghargaan Adipura 2018 belum turun hingga Rabu (9/1). Padahal, seluruh tahapan penilaian sudah dilaksanakan. Kepala Dinas Lingkungan Hidaup (DLH) Sumenep M. Syahrial mengaku tidak tahu penyebab pasti molornya pemberian penghargaan tersebut.

Berdasar informasi yang diterima, penundaan penghargaan Adipura disebabkan adanya kesibukan. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail. Kemungkinan diberikan pada pertengahan Januari. ”(Pemerintah) pusat yang lambat. Enggak tahu kenapa,” katanya.

Syahrial memastikan, penghargaan Adipura 2018 akan tetap turun. Sebab, penghargaan it sudah menjadi agenda tiap tahun. Hanya, untuk 2018 sangat molor. ”Tunggu saja pertengahan Januari,” ucapnya.

Dia menyampaikan, pihaknya sangat optimistis bisa meraihnya. Sebab, Sumenep sudah sembilan kali berturut-turut mendapatkan penghargaan tersebut. ”Dari seluruh tahapan penilaian sudah kami lakukan. Makanya, optimistis menang lagi untuk Adipura 2018,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainur Rakhman menyatakan, DLH harus proaktif menanyakan hal itu. Sebab, kegiatan Adipura tersebut menjadi tolok ukur atas kinerja Pemkab Sumenep. Terutama, berkenaan dengan lingkungan. Selain itu, sebagai bukti anggaran yang dikeluarkan selama setahun ini tidak sia-sia.

”Kan pakai APBD anggarannya. Dan itu tidak sedikit,” katanya.

Misalnya, untuk keterpenuhan ruang terbuka hijau (RTH) yang harus mencapai 30 persen dan pengelolaan sampah. Itu menggunakan anggaran yang tidak sedikit. ”Makanya, kalau sampai batal, yang dirugikan masyarakat Sumenep,” terangnya.

DLH harus aktif jemput bola. Sebab, penghargaan Adipura bisa dijadikan acuan untuk pembangunan Kabupaten Sumenep pada tahun berikutnya. ”Untuk itu, DLH tidak diam saja,” pungkas politikus Partai Demokrat itu. 

(mr/daf/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia