Kamis, 21 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Kantongi SPB, Kapal Kalimantan Diamankan Ditpolair di Kalianget

10 Januari 2019, 15: 32: 15 WIB | editor : Abdul Basri

TAK BERIJIN: Kapal asal Kalimantan terpaksa diamankan Ditpolairud di Perairan Kalianget, Rabu (10/1).

TAK BERIJIN: Kapal asal Kalimantan terpaksa diamankan Ditpolairud di Perairan Kalianget, Rabu (10/1). (Brigpol Fathorrahman For RadarMadura.id)

SUMENEP - Kapal asal Kalimanatan yakni KLM Anugerah Ilahi bermuatan pohon kelapa terpaksa diamankan personel Ditpolair Polda Jatim, Rabu (9/1) sekitar pukul 21.30.

Penangkapan dilakukan di perairan Kalianget pada koordinat 07°02'53"LS-113°57'59"BT. Personel ditpolair curiga dengan aktifitas dan fmgerak-gerik ABK dan nahkoda.

Selama ini, personel Ditpolairud Polda Jatim rutin berpatroli untuk membackup perairan Sumenep menggunakan kapal polisi X-1012 Ditpolairud Polda Jatim.

Sementara kapal bermuatan kayu kelapa yang diamankan polisi, rencananya akan berlayar ke Pulau Ra'as. Informasinya, mereka akan kembali ke Kalimantan Selatan.

Langkah tegas itu dilakukan, karena nahkoda tidak bisa menunjukkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Tapi, nekat berlayar dan mengangkut pohon kelapa.

Selain KLM Anugerah Ilahi, tiga ABK bersama nahkoda kapal atas nama Anton Syahrani asal Kota Baru Kalimantan Selatan juga digiring ke makosatpolair Polres Sumenep.

Brigpol Fathorrahman, anggota polair mengungkapkan, pemeriksaan lanjutan dilakukan karena nahkoda tidak memiliki SPB. Padahal, berasal dari Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

"Nahkoda dan tiga ABK kapal KLM Anugerah Ilahi dijerat pasal 219 ayat (1) junto pasal 323 Ayat (1) UU Nomor 17 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," katanya. (Ubay Shabaro)

(mr/yan/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia