Kamis, 24 Jan 2019
radarmadura
icon featured
Features
Bantu Korban Tsunami Selat Sunda

BPJS Ketenagakerjaan Kucurkan Dana Rp 96,5 Miliar

10 Januari 2019, 14: 22: 48 WIB | editor : Abdul Basri

SIMBOLIS: Krishna Syarif (tengah) menyerahkan santunan kepada ahli waris korban tsunami di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Banten, Rabu (9/1).

SIMBOLIS: Krishna Syarif (tengah) menyerahkan santunan kepada ahli waris korban tsunami di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, Banten, Rabu (9/1). (Humas BPJS Ketenagakerjaan For RadarMadura.id)

BANTEN - BPJS Ketenagakerjaan memastikan peserta yang menjadi korban tsunami Selat Sunda yang melanda wilayah Banten dan Lampung mendapatkan penanganan secara maksimal. Utamanya, dalam bentuk pelayanan di jaringan rumah sakit Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) di seluruh Indonesia yang saat ini mencapai 7.981 unit.

Krishna Syarif selaku Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan mengatakan, fasilitas di PLKK bisa dinikmati sampai pasien dinyatakan sembuh dan tanpa ada batasan biaya pengobatan. "BPJS Ketenagakerjaan hadir membantu para peserta korban tsunami. Mulai santunan bagi ahli waris korban, dan juga pelayanan di jaringan rumah sakit PLKK," katanya.

Selain mengunjungi korban tsunami di RSUD Drajat Serang, Banten, Krishna Syarif juga menyerahkan santunan kepada ahli waris di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang, banten, Rabu (9/1). Santunan diberikan kepada 23 orang dengan total pembayaran Rp 9,65 miliar. Rinciannya santunan kematian, bantuan pemakaman, santunan berkala, santunan beasiswa, dan tabungan JHT.

“Kami berupaya agar peserta korban tsunami bisa cepat mendapat pelayanan. Tidak sampai sebulan dari kejadian, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan santunan kepada pekerja korban bencana tsunami Banten dan Lampung.  Sesuai PP 44/2015, selama pekerja tidak dapat bekerja akibat suatu kejadian kecelakaan, maka BPJS Ketenagakerjaan menjamin dan pekerja menerima upah," ungkapnya.

Secara nasional, kata Krishna Syarif, jumlah total pengajuan klaim untuk tahun 2018 sebanyak Rp 2,15 juta dengan nilai klaim mencapai Rp 24,05 triliun. Khusus untuk kasus kecelakaan kerja, sepanjang tahun 2018 tercatat sebanyak 173 ribu pengajuan klaim dengan nilai klaim sebesar Rp1,22 triliun.

"Bencana dan musibah yang terjadi sepanjang tahun 2018 perlu mendapat perhatian. Utamanya dari sisi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Semoga perlindungan dan manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan dapat dirasakan seluruh pekerja di Indonesia. Semoga santunan dari BPJS bisa mengurangi beban ahli waris," harap Krishna Syarif. (Ryan Tri Indrawan)

(mr/yan/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia