Sabtu, 23 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Berkas Kasus Pasar Pragaan Rampung

Kejari Janji Pekan Depan Dilimpahkan

10 Januari 2019, 13: 29: 45 WIB | editor : Abdul Basri

Berkas Kasus Pasar Pragaan Rampung

SUMENEP – Perkara korupsi Pasar Pragaan segera memasuki babak baru. Kejaksaan negeri (kejari) mengaku sudah merampungkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Hal itu disampaikan Kasipidsus Kejari Sumenep Herpin Hadat.

Menurut Herpin, berkas perkara tersebut siap dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Surabaya. Namun, dia belum bisa memastikan kapan tanggal penyerahannya. Menurut dia, diperkirakan pertengahan bulan ini berkas sudah bisa diserahkan.

”Insyaallah minggu depan. Mohon doanya,” kata Herpin Hadat kepada RadarMadura.id Rabu (9/1).

Kasus yang ditangani Kejari Sumenep cukup banyak. Selain korupsi Pasar Pragaan, kejari menangani kasus pembangunan Jalan Raya Sonok–Karang Tengah, Kecamatan Gayam. Tapi, berkas tersebut tidak akan dikirimkan berbarengan dengan berkas Pasar Pragaan. ”Minggu depan untuk Pasar Pragaan saja,” tambahnya.

Kasus Pasar Pragaan itu dilimpahkan ke Kejari Sumenep per 5 Desember 2018. Dalam kasus tersebut, kejari menahan dua tersangka, yakni Babur Rahman dan Koko Andriyanto. Keduanya sejak 5 Desember 2018 dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep.

Dalam kasus korupsi Pasar Pragaan, Babur bertindak sebagai kontraktor pelaksana proyek. Sedangkan Koko Andriyanto merupakan konsultan pengawas. Keduanya diduga bersekongkol dalam perkara korupsi tersebut.

Proyek pasar itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Sumenep pada 2014 di dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) sebesar Rp 2,4 miliar. Proyek itu dilaporkan ke Polres Sumenep pada 2015. Penyebabnya, pelaksanaan pekerjaan fisik Pasar Pragaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, volume, dan RAB yang tercantum dalam kontrak/CCO.

Sebagai konsultan pengawas, Koko diduga melindungi Babur. Sebab, Koko menyebut bahwa pekerjaan proyek fisik Pasar Pragaan sesuai dengan spesifikasi teknis, volume, dan rencana anggaran biaya (RAB) yang tercantum dalam kontrak/CCO. Padahal, faktanya berbanding terbalik dengan yang disampaikan Koko.

(mr/mam/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia