Kamis, 21 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

Bupati Tunggu Laporan

10 Januari 2019, 12: 54: 33 WIB | editor : Abdul Basri

A. Busyro Karim  Bupati Sumenep.

A. Busyro Karim Bupati Sumenep. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

BUPATI Sumenep A. Busyro Karim angkat bicara terkait tambak udang diduga ilegal di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto. Mantan ketua DPRD Sumenep dua periode itu mengaku akan mempelajari terlebih dahulu duduk persoalannya. Setelah itu baru bersikap.

Dia mengatakan, inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan satpol PP dan DPMPTSP merupakan sikap Pemkab Sumenep. ”Sidak dulu. Dilihat. Tidak boleh terburu-buru dalam bertindak,” kata dia kepada RadarMadura.id Rabu(9/1).

Busyro menunggu laporan dari dinas terkait berkenaan dengan keberadaan tambak udang tersebut. Sebab hingga kemarin belum ada laporan ke bupati. Namun, tidak lama lagi pasti laporan sampai ke meja bupati. ”Pasti lapor ke saya,” ujarnya.

Suami Nurfitriana itu menyatakan, jika langsung bertindak tanpa mempelajari terlebih dahulu, nanti terkesan liar sikap pemerintah. ”Saya tetap menunggu laporan resmi. Sekarang saya masih di Guluk-Guluk,” ucapnya.

Dia melanjutkan, semua harus tunduk pada aturan. Jika memang aturannya 100 meter dari bibir pantai, tidak boleh dibangun tambak udang atau melakukan reklamasi, harus diikuti oleh siapa pun. Termasuk pengusaha tambak udang. ”Tindakan apa pun yang kami jatuhkan nanti, tidak boleh karena opini. Tetapi berdasarkan fakta dan aturan,” tandasnya.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep M. Sukri mendesak pemkab segera menutup aktivitas tambak udang ilegal. ”Kalau tidak berizin ya ditutup. Pemerintah harus segera bertindak,” desak politikus PPP itu.

Dia menyatakan, jika pemerintah tidak kunjung bersikap tegas, khawatir ke depan akan banyak tambak udang liar. ”Nunggu apa lagi. Pemerintah harus hadir. Jangan dibiarkan,” ujarnya.

Kalau dibiarkan, dampak negatif tambak udang akan besar. Warga sekitar akan gaduh. Selain itu, limbah tambak bisa berbahaya terhadap penduduk sekitar. ”Hal-hal yang begitu harus diperhatikan. Apalagi tambak udang dibangun di bibir pantai. Jelas menyalahi aturan,” urainya.

Mohammad Amin yang rumahnya dekat dengan tambak udang mengutarakan, keberadaan tambak udang mengganggu. Akibat dibangun tambak, kini ombak besar mulai menghantui rumah warga. ”Tambak itu menjorok ke laut. Maka ombak langsung ke rumah warga,” tuturnya.

Selain itu, bau limbah tambak udang tercium oleh warga sekitar. Apalagi saat angin kencang, limbah tambak udang sangat mengganggu. ”Bau limbah terasa,” tukasnya.

(mr/daf/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia