Kamis, 24 Jan 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Butuh Tambahan Rp 6 Miliar, Insentif untuk Guru Ngaji dan Madin

10 Januari 2019, 12: 23: 28 WIB | editor : Abdul Basri

PENGABDIAN: Seorang guru saat mengajar di salah satu madin di Jalan Jokotole, Kelurahan Kraton, Bangkalan.

PENGABDIAN: Seorang guru saat mengajar di salah satu madin di Jalan Jokotole, Kelurahan Kraton, Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Insentif untuk guru ngaji dan madrasah diniyah (madin) butuh puluhan miliar selama 2019 ini. Namun dalam APBD Bangkalan 2019, yang tersedia baru Rp 15 miliar. Dengan demikian, masih kurang Rp 6 miliar lagi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, anggaran yang diusulkan Rp 21 miliar lebih. Namun setelah dievaluasi gubernur, hanya disetujui Rp 15 miliar.

Menurut dia, dana belasan miliar itu hanya bisa untuk tiga kali penyaluran. ”Dicairkan per triwulan. Rp 600 ribu untuk setiap guru ngaji dan madin,” ungkapnya kemarin (9/1).

Insentif Rp 600 ribu itu bagi 8.352 guru ngaji dan madin yang tersebar di 18 kecamatan di Bangkalan. Berkaca pada penyaluran insentif akhir 2018 lalu, untuk satu kali penyaluran butuh dana Rp 5,2 miliar. Dengan demikian, dana Rp 15 miliar hanya cukup untuk pencairan tiga tahap.

Meski baru dianggarkan Rp 15 miliar, disdik mengaku akan kembali menganggarkan kekurangan dana insentif pada perubahan anggaran keuangan (PAK). Dengan begitu, insentif guru ngaji dan madin tahap empat bisa terpenuhi. ”Kurang sekitar Rp 6 miliar. Nanti bisa kami upayakan untuk diajukan di PAK,” kata Bambang.

Dia menambahkan, pemberian insentif akan diupayakan terpenuhi, mengingat program ini merupakan realisasi dari visi dan misi bupati Bangkalan. Untuk itu, pengajuan dana tambahan pada APBD perubahan menjadi alternatif guna memenuhi kekurangan anggaran tersebut.

”Pasti kami carikan cara untuk memenuhi kekurangannya. Yang terpenting insentif untuk guru ngaji dan madin tetap tersalurkan,” ucapnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman Thohir mengutarakan, untuk memenuhi pemberian insentif guru ngaji dan madin memang perlu penambahan anggaran, bisa melalui PAK. Namun dia mengingatkan, perubahan anggaran diharapkan tidak mengganggu program penting lainnya.

Politikus Partai Demokrat itu meminta disdik aktif melakukan verifikasi penerima insentif. Itu untuk memastikan penerima sesuai ketentuan. ”Pastikan insentif ini diterima sesuai kriteria,” tandasnya.

(mr/bad/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia