Kamis, 24 Jan 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Pedagang Dikenakan Biaya Sewa

10 Januari 2019, 11: 37: 32 WIB | editor : Abdul Basri

SIAP DIPINDAH: Pengendara melintas di sekitar lapak PKL di kawasan jalan raya askes Suramadu sisi Madura.

SIAP DIPINDAH: Pengendara melintas di sekitar lapak PKL di kawasan jalan raya askes Suramadu sisi Madura. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) menggelontorkan dana jumbo Rp 108.988.595.000 selama tiga tahun untuk pembangunan proyek rest area di Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Bangkalan. Namun, hingga kini rest area belum bisa ditempati pedagang. Nantinya pedagang akan dikenakan biaya sewa untuk menempati rest area.

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan mengatakan, proyek rest area tahap III diprediksi rampung akhir Januari. Kendati proyek rampung, belum bisa ditempati pedagang. Setelah proyek dinyatakan rampung, BPWS akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu kemudian melakukan penilaian atau penghitungan aset di kawasan rest area. Juga akan melakukan penghitungan biaya sewa kios yang harus dibayar pedagang. ”Tidak gratis. Pedagang dikenakan biaya sewa,” katanya.

BPWS juga akan melakukan penjajakan dengan Pemkab Bangkalan. Tujuannya, supaya rest area bisa dikelola salah satu BUMD Bangkalan. Dengan begitu, Pemkab Bangkalan juga menikmati retribusi dari pengelolaan rest area. Juga akan menjadi pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Rest area tidak hanya diisi pedagang suvenir atau kuliner. BPWS akan menggandeng perusahaan besar untuk buka di situ. Seperti, Starbuck, J-Co, KFC, dan McDonald agar rest area banyak pengunjung. ”Juga bisa digelar berbagai event di sana untuk menarik pengunjung,” ucapnya.

Di pintu masuk sebelum menuju rest area, pengunjung disambut dengan taman indah. Yakni, lanskap yang saat ini masih proses penyelesaian. Lanskap digadang-gang menjadi tempat nongkrong masyarakat. ”Kami yakin nanti di sana akan ramai,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, selain mendapat biaya sewa dari pedagang, masih ada sumber lain yang akan diperoleh pemerintah. Seperti pengelolaan parkir, toilet, dan iklan berupa pemasangan reklame atau baliho.

Muhammad, pedagang di kawasan Suramadu mengaku tidak masalah jika harus dipindah ke rest area. Pedagang meminta sewa kios jangan terlalu mahal sehingga bisa dijangkau pedagang. Pria 45 tahun asal Desa/Kecamatan Labang meminta fasilitas harus lengkap.

Taman Lanskap juga harus bagus dan sering diadakan event. Dengan begitu, akan banyak pengunjung ke rest area dan barang dagangan cepat laku. ”Kalau sewa mahal dan pengunjung sepi, kasihan pedagang,” ucapnya.

(mr/bam/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia