Senin, 25 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Sumenep

AMOS Mengutuk Tindakan Kekerasan Terhadap Jurnalis Pamekasan

09 Januari 2019, 18: 27: 24 WIB | editor : Abdul Basri

PEDULI: Amos menggelar aksi solidaritas di depan Taman Adipura Sumenep, Rabu (9/1).

PEDULI: Amos menggelar aksi solidaritas di depan Taman Adipura Sumenep, Rabu (9/1). (Udin For RadarMadura.id)

SUMENEP - Penganiayaan terhadap Faisol, 22, jurnalis memoonline.co.id, yang bertugas di wilayah hukum Pamekasan memantik simpati rekan-rekan jurnalis di Sumenep.

Buktinya, Aliansi Media Online Sumenep (AMOS) menggelar aksi solidaritas di Taman Adipura, Rabu (9/1). AMOS mengutuk kekerasan terhadap jurnalis.

Ahmad Muni mengatakan, perilaku premanisme oknum anggota kelompok masyarakat (pokmas) Desa Plakpak, Kecamatan Pagentenan tidak bisa dibiarkan. "Karena itu, AMOS minta kasus tersebut diusut tuntas," ujarnya.

Ditegaskan, aksi premasnisme terhadap jurnalis tidak boleh terjadi lagi. Jika ada yang merasa dirugikan atas karya jurnalis, setiap warga negara bisa mengklarifikasi.

"Dan ingat, masyarakat bisa menggunakan hak jawab. Hal tersebut sudah diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999," jelasnya.

Menurut Ahmadi Muni, jurnalis bukan teroris dan bukan preman. Sebaliknya lewat sajian berita, jurnalis secara tidak langsung memberi edukasi bagi masyarakat.

"AMOS Sumenep minta Kapolres Pamekasan mengawal agar kasus tersebut diusut tuntas. Pelaku harus mendapat hukuman setimpal," ingatnya. (Ubay Shabaro)

(mr/yan/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia