Sabtu, 23 Mar 2019
radarmadura
icon-featured
Sampang

Istri Meninggal, Suami Ajak Tetangga Sumpah Pocong

09 Januari 2019, 17: 53: 00 WIB | editor : Abdul Basri

JADI SOLUSI: Dua warga Desa Pangereman Kecamatan Ketapang sedang melakukan sumpah pocong di Masjid Madegan.

JADI SOLUSI: Dua warga Desa Pangereman Kecamatan Ketapang sedang melakukan sumpah pocong di Masjid Madegan. (Moh.Iqbal/RadarMadura.id)

SAMPANG - Dua warga Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang melakoni ritual sumpah pocong di Masjid Madegan Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang, Rabu (9/1). Sumpah pocong tersebut dilakukan Sumai dan tetangganya yakni Punirah, 40.

Sumpah pocong ini berawal dari Suriyah, istri dari Punirah yang meninggal subuh tadi. Sebelum meninggal, wanita berusia 30 tahun itu hampir sebulan mengidap penyakit di bagian perut dan ukurannya terus membesar.

Punirah menduga istrinya disantet Sumai. Sebab, Punirah dan istrinya pernah mimpi didatangi Sumai.

Sumai yang kesehariannya bekerja sebagai petani membantah tudingan Punirah. Pria berusia 59 tahun itu menegaskan dirinya bukan dalang atas meninggalnya Suriyah.

Biar tidak menimbulkan konflik yang berlanjut, kepala desa setempat membawa keduanya ke Masjid Madegan untuk melakoni sumpah pocong.

Pengamatan RadarMadura.id, keduanya melakukan sumpah pocong di Masjid Madegan sekitar pukul 13.30. Secara bergiliran keduanya tidur berselimut kain kafan layaknya orang meninggal.

Secara estafet, keduanya tidur dengan posisi miring ke arah barat sambil bersumpah di bawah kitab suci Alqur'an.

Setelah proses pengucapan sumpah selesai, keduanya lalu meminum air yang dicelupkan ke pusaka tombak yang ada di masjid tersebut.

Proses terus berlanjut, keduanya secara bergantian berjalan berputar mengelilingi pohon sawo yang ditutup kaca bening. Terakhir, melangkahi ayam hitam yang sudah disembelih sebanyak 7 kali.

Bonesan selaku Kepala Desa Pangareman mengatakan, setiap ada orang sakit pasti menyangka Sumai pelakunya. Agar tidak memicu konflik, dia sengaja membawa kedua warganya sumpah pocong.

"Semoga setelah ini tidak ada lagi isu santet dan suasana Pangereman kondusif," harapnya.

H. Hasin selaku Ketua Takmir Masjid Madegan mengakui jika latar belakang digelarnya sumpah pocong karena isu santet.

"Jadi keduanya disumpah, baik yang menuduh maupun tertuduh. Kalau benar-benar bersalah, setelah melakukan sumpah pocong, yang bersangkutan sakit-sakitan dan akhirnya meninggal," katanya. (Moh. Iqbal)

(mr/yan/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia