Selasa, 19 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Debt Collector

09 Januari 2019, 13: 05: 26 WIB | editor : Abdul Basri

BERURUSAN DENGAN HUKUM: Yenu Rahman menjalani pemeriksaan di Mapolres Bangkalan.

BERURUSAN DENGAN HUKUM: Yenu Rahman menjalani pemeriksaan di Mapolres Bangkalan. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Polres Bangkalan menangkap debt collector lantaran diduga merampas kendaraan bermotor milik debitur. Debt collector dimaksud yakni Yenu Rahman, 44, warga Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Peritiwa itu bermula saat Kevin, warga Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan, menggunakan motor Honda Vario bernopol M 4983 HW. Motor merah tersebut melintas di Jalan Raya RE Martadinata, Kota Bangkalan, lalu diberhentikan oleh Yenu Rahman yang mengaku debt collector PT Adira. Dia menanyakan angsuran motor yang dikendarai Kevin.

Sementara Kevin tidak bisa menunjukkan bukti angsuran. Debt collector lantas mengambil motor tersebut secara paksa. Setelah dicek di kantor perusahaan leasing, motor itu tidak ada. Mengetahui hal itu, Rudi Agus Pujianto, 47, orang tua Kevin, melapor ke Polres Bangkalan.

Jumat (7/12) Mustariah, warga Desa/Kecamatan Socah, mengendarai motor Honda bernopol M 3909 J menuju RSU Lukas. Tiba di rumah sakit itu, motor milik Susi Lastiarini, 39, warga Desa/Kecamatan Blega, tersebut diparkir. Susi diketahui merupakan teman Mustariah. Tak lama kemudian, datang dua orang mengaku debt collector FIF. Salah satunya ialah Yenu Rahman.

Lag-lagi Yenu Rahman merampas motor dengan paksa. Setelah dicek di FIF, kendaraan tersebut tidak ada. Korban lantas melapor ke Polres Bangkalan. Berselang beberapa hari kemudian, Yenu Rahman menelepon korban akan mengeluarkan motor Honda Beat asalkan membayar Rp 6 juta. Korban menolak lantaran tidak punya uang.

Beberapa hari selanjutnya, Yenu Rahman menelepon kembali dan meminta uang Rp 1,5 juta. Korban tidak mau karena tidak memiliki uang. Kemudian, korban janjian dengan Yenu Rahman untuk membayar di kawasan jalan raya Suramadu.

Korban juga berkoordinasi dengan anggota Polres Bangkalan. Sabtu (5/1) sekitar pukul 17.00, anggota Unit Resmob Satreskrim Polres Bangkalan berhasil menciduk Yenu Rahman. Semua motor berada di rumah dia. Kepada petugas Yenu Rahman mengakui perbuatannya.

Barang bukti berhasil diamankan petugas. Di antaranya, dua lembar surat penarikan, satu lembar STNK motor Honda Beat M 3909 J, dan motor Honda Beat M 3909 J. Kemudian, satu lembar berita acara serah terima kendaraan bermotor dan selembar riwayat pembayaran Honda Vario M 4893 HW.

Yenu Rahman mengaku, tunggakan kredit motor telah terjadi beberapa bulan. Namun, korban tidak kunjung melakukan pembayaran. Karena itu, dia mengambil kendaraan milik korban. ”Janji bayar tapi tidak bayar juga, terpaksa kami tarik,” katanya.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza menyatakan, Yenu Rahman ditangkap karena melakukan tindakan melawan hukum. Yakni, merampas kendaraan bermotor.

Sesuai UU Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, tanpa putusan perdata dari pengadilan, perusahaan leasing tidak boleh melakukan eksekusi kendaraan. ”Penarikan kendaraan ada aturannya. Debt colletor tidak boleh merampas kendaraan,” tandasnya.

(mr/bam/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia