Kamis, 21 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Anggaran Disdik Rp 650 Miliar

09 Januari 2019, 13: 02: 04 WIB | editor : Abdul Basri

DITAMBAH: Pengendara melintas di depan gedung Disdik Bangkalan.

DITAMBAH: Pengendara melintas di depan gedung Disdik Bangkalan. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Tahun ini Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan mendapat kucuran dana lebih besar daripada sebelumnya. Penambahan anggaran bidang pendidikan ini dilakukan karena adanya program insentif bagi guru ngaji dan madrasah diniyah (madin).

Berdasar data di Disdik Bangkalan, tahun lalu instansinya mendapat anggaran Rp 635.409.881.696. Terdiri atas belanja langsung dan tidak langsung. Pada 2019 ini, anggaran ditambah Rp Rp 15.032.801.172 sehingga menjadi 650.442.682.868.

Plt Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, penambahan anggaran dilakukan karena ada program pemberian insentif bagi guru ngaji dan madin. Program tersebut merupakan realisasi visi dan misi bupati. ”Tahun ini anggaran ini dinaikkan. Untuk insentif guru ngaji dan guru madin,” ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya Selasa (8/1).

Insentif guru ngaji dan madin terprogram dalam APBD Perubahan Bangkalan 2018. Insentif diberikan untuk masa Oktober hingga Desember 2018. Dana yang dikucurkan untuk program itu pada 2018 sebesar Rp 5,2 miliar yang diberikan kepada 8.325 guru.

”Rp 600 ribu per tiga bulan. Per bulan tiap guru ngaji mendapat Rp 200 ribu. Sudah mulai berjalan sejak 2018 melalui perubahan anggaran keuangan (PAK),” papar Bambang.

Bambang menerangkan, tahun ini anggaran disdik yang bersumber dari APBD tidak dialokasikan untuk pembangunan fisik. Program fisik mengandalkan anggaran dari dana alokasi khusus (DAK). ”Diprioritaskan untuk program yang lain. Untuk fisik dari DAK saja tahun ini,” jelasnya.

Tahun ini, lanjut dia, anggaran yang dimiliki disdik Rp 650 miliar. Dana tersebut terbagi untuk belanja langsung dan tidak langsung. Tahun ini disdik menganggarkan belanja tidak langsung Rp 472.396.223.000. Dana miliaran itu untuk gaji pegawai, tunjangan, sertifikasi, dan sebagainya.

Sementara itu, belanja langsung tidak hanya bersumber dari APBD, tetapi dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Nominalnya mencapai Rp 178.046.459.868. Dana yang bersumber dari APBD di antaranya biaya operasional pendidikan (BOP) PAUD sebesar Rp 16 miliar.

Kemudian biaya operasional sekolah (BOS) untuk SD dan SMP Rp 104 miliar. Selain itu, DAK SD Rp 14 miliar, DAK SMP Rp 7 miliar, dan DAK PAUD Rp 4 miliar. Untuk insentif guru ngaji dan madin pada awal 2019 ini dianggarkan Rp 15 miliar yang bersumber dari APBD. ”Sisanya untuk operasional SMP, gaji tenaga harian lepas (THL), dan program lain,” urai Bambang.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, penambahan anggaran di bidang pendidikan bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di Bangkalan. Salah satunya, pendidikan karakter yang sejauh ini selalu ditanamkan para guru ngaji dan madin.

Menurut dia, program pemberian insentif guru ngaji dan madin perlu dilakukan. Selain untuk menunaikan visi dan misi bupati Bangkalan, juga untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji dan madin. Politikus PPP itu mengingatkan disdik agar melaksanakan program pemberian insentif itu dengan baik.

Salah satunya dengan aktif melakukan verifikasi. Tujuannya, memastikan insentif guru ngaji dan madin tepat sasaran sehingga sesuai dengan harapan. ”Disdik harus hati-hati melakukan pengawasan dan evaluasi yang sekiranya tidak bertentangan dengan peraturan,” tandasnya.

(mr/bad/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia