Kamis, 24 Jan 2019
radarmadura
icon featured
Politik Pemerintahan

Targetkan Dana Investasi Rp 300 Miliar

Dewan Minta OPD Bersinergi

05 Januari 2019, 14: 15: 17 WIB | editor : Abdul Basri

Targetkan Dana Investasi Rp 300 Miliar

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) menargetkan dana investasi yang masuk Rp 300 miliar. Target tersebut meningkat dari tahun sebelumnya Rp 250 miliar yang hanya tercapai Rp 200 miliar.

Kabid Pengendalian Pelaksanaan dan Informasi Penanaman Modal DPMPTSP Sampang Abdul Adim mengatakan, besaran dana investasi yang ditargetkan relatif rendah untuk skala kabupaten/kota. Namun, target itu sesuai dengan potensi daerah. Apalagi, animo investor untuk menanamkan modal di Sampang minim. 

”Investor yang datang dan mau menanam modal usaha di Sampang cenderung masih kesuliatan dalam menentukan potensi usaha yang akan ditanami modal,” ucapnya Jumat (4/1).

Selama ini banyak investor yang mengurungkan niat untuk menanamkan modal karena kurang dukungan masyarakat. Terutama dalam hal akses komunikasi. Padahal itu sangat penting dan menjadi perhatian utama bagi invenstor. 

Pihaknya tidak bisa memasang target banyak. Sebab, investor belum tahu potensi daerah yang menarik untuk ditanami modal. Apalagi belum ada akses komunikasi yang mudah antar investor dengan masyakat. ”Tahun ini hanya ada dua investor besar yang akan menanamkan modal di sektor pembuatan kapal dan perumahan,” terangnya.

Instansinya akan berupaya mempermudah akses dan iklim investasi yang sehat. Salah satunya, melakukan sosialisasi, promosi, an pemberian insentif serta keringanan pajak bagi investor. Dengan demikian, daya tarik investor untuk berinvestasi diharapkan bisa lebih meningkat.

”Kami akan memanfaatkan dengan baik penerapan Peraturan Bupati tentang Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 72/2017 tentang Keamanan dan Kenyaman Para Investor, dengan rangsangan pemberian insentif dan kemudahan proses perizinan agar investor lebih tertarik untuk menanamkan modal,” ujarnya. 

Selama ini promosi potensi lokal yang dibidangi masing masing organisasi perangkat daerah (OPD) belum berjalan maksimal. Dengan demikian, banyak calon investor kebingungan untuk berinvestasi atau menanamkan modal di Sampang. Padahal, ada sekitar 13 sektor yang selama ini bisa menarik investor. Antara lain, pertanian, perdagangan, konstruksi, pariwisata, pertambangan, dan perumahan.

”Selama ini investasi yang masuk hanya di sektor itu. Kalau sektor lain belum, karena pemkab belum konsentrasi mengelolanya,” ungkap dia. 

Untuk bisa mencapai target investasi tersebut perlu kerja sama lintas sektor untuk mempromosikan potensi daerah.  Sebab, target tersebut sulit tercapai jika tidak ada dukungan semua dinas. Semisal dinas pertanian bisa mempromosikan potensi yang bisa dikembangkan, sehingga investor bisa tertarik.

”Kami hanya melayani hal yang sifatnya administratif sebagai wadah yang menampung para investor. Sementara yang memahami potensi yang bisa dijual merupakan kewenangan dinas terkait,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Moh. Sahid meminta target tersebut bisa ditopang dengan promosi yang maksimal. Semua potensi harus dimaksimalkan agar minat investor untuk menanamkan modal usaha meningkat. ”Semua dinas harus bersinergi dalam meningkatkan dana investasi supaya APBD Sampang meningkat,” kata politikus Partai Golkar itu.

(mr/nal/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia