Kamis, 24 Jan 2019
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Terlalu! Setelah Memerkosa, Gasak HP Korban

03 Januari 2019, 02: 15: 59 WIB | editor : Abdul Basri

RASAKAN AKIBATNYA: Muis merintih kesakitan saat menjalani perawatan medis di RSUD Syamrabu Bangkalan usai ditembak polisi.

RASAKAN AKIBATNYA: Muis merintih kesakitan saat menjalani perawatan medis di RSUD Syamrabu Bangkalan usai ditembak polisi. (POLRES BANGKALAN FOR RadarMadura.id)

BANGKALAN – Perbuatan Abd. Muis, 20, warga Desa Perreng, Kecamatan Burneh, Bangkalan, sungguh keterlaluan. Dia diduga melakukan pemerkosaan disertai pencurian dengan kekerasan (curas). Akibat perbuatan kriminalnya itu, kini hari-hari Muis harus dijalani di dalam penjara.

Sayangnya polisi belum berhasil meringkus Amin yang diduga membantu Abd. Muis melakukan kejahatan. Namun, polisi telah menetapkan Amin dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kronologi tindak kriminal yang dilakukan Muis yaitu 20 Desember 2018 sekitar pukul 14.00. SA (inisial), remaja putri berusia 19 tahun hendak memasang henna atau pacar kepada pelanggannya. Dia mengendarai motor Honda Beat menuju rumah pelanggannya di Desa Perreng.

Setibanya di kawasan Desa Perreng, SA kebingungan mencari rumah pelanggannya. Dia kemudian bertemu dengan Muis dan Amin. Muis dan Amin menawarkan diri untuk mengantar SA ke rumah pelanggannya.

Muis dan Amin mengendarai motor Yamaha Jupiter Z nopol L 4457 OR. SA mengikutinya dari belakang. Namun, SA dibawa putar-putar di kawasan Desa Perreng, dan akhirnya berhenti di kebun yang sepi.

Muis turun dari motornya. Dia langsung mencekik dan menarik SA. SA pun terjatuh dengan posisi terlentang. Muis kemudian berusaha memerkosa SA. SA mencoba melawan dan berteriak minta tolong. Namun di lokasi sepi, sehingga usahanya minta tolong sia-sia.

Muis berhasil merenggut kesucian SA. Setelah itu, Muis duduk di betis SA. Sementara Amin mengawasi keadaan sekitar. SA lalu dibawa keluar dari kebun. Saat itulah SA berhasil melarikan diri menggunakan motor miliknya. Sementara handphone (HP) milik SA digasak Muis dan Amin.

Tiba di rumah, SA menceritakan peristiwa tragis yang dialaminya kepada keluarga. Pihak keluarga terpukul dan melapor kepada polisi. Menindaklanjuti laporan itu, polisi melakukan penyelidikan.

Selasa (1/1) sekitar pukul 14.00, polisi berhasil menangkap Muis di sebuah gardu dekat rumahnya. Saat ditangkap dia melawan. Polisi pun tak segan melubangi dua kaki Muis dengan timah panas.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Moh. Wiji Santoso mengatakan, sebelum melakukan pemerkosaan disertai curas, Muis mengaku mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Kini polisi memburu Amin yang diduga membantu Muis melakukan dugaan pemerkosaan disertai curas. ”Akan kami tangkap juga,” tegasnya.

Wiji menyatakan, akibat perbuatan kriminalnya, Muis dijerat pasal berlapis. Yakni, pasal 285 KUHP tentang Persetubuhan dan pasal 365 KUHP tentang Curas. Muis terancam hukuman pidana penjara selama 12 tahun.

(mr/bam/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia