Jumat, 26 Apr 2019
radarmadura
icon-featured
Politik Pemerintahan
Pastikan DPK Kurang Satu Persen

Bisa Nyoblos asal Bawa E-KTP

02 Januari 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

Bisa Nyoblos asal Bawa E-KTP

SAMPANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang terus menginventarisasi daftar pemilih pindahan (DPPh) dan daftar pemilih khusus (DPK). Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga H-30 pelaksanaan Pemilu 2019.

Komisioner KPU Sampang Divisi Data dan Informasi Addy Imansyah menyampaikan, pihaknya meminta panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) untuk memastikan kalau DPK tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT). Menurut dia, DPK adalah pemilih yang tidak masuk di DPT dan DPT hasil perbaikan.

”DPK di Kabupaten Sampang ini kami pastikan tidak sampai satu persen dari total DPT, nol koma lah,” ungkap dia Selasa (1/1).

Dijelaskan, daftar pemilih tetap hasil perbaikan kedua (DPTHP 2) yang sudah ditetapkan KPU tidak bisa diubah. Jadi ketika ada perubahan atau penambahan dimasukkan ke DPK. ”DPK ini nanti hanya tinggal bawa KTP elektronik (e-KTP, Red) dan ditunjukkan ke panitia,” terangnya.

Berkaitan dengan pemilih pindahan, Addy menegaskan bahwa pemilih sudah terdaftar di DPT. Tetapi, tidak bisa melakukan pencoblosan di tempat asal. Misalnya, pemilih yang dalam tugas negara, warga binaan atau pasien rumah sakit.

”Mulai sejak dini kami inventarisasi pengurusan daftar pemilih pindah ini. Maka dari itu, beberapa waktu lalu kami minta supaya dilakukan perekaman data kependudukan di Rutan Kelas II-B Sampang,” paparnya.

Lebih jauh dijelaskan, total DPTHP 2 Kabupaten Sampang mencapai 820.941 pemilih, terdiri dari 404.400 laki-laki dan 416.541 perempuan. Mereka tersebar di 186 desa/kelurahan. Sementara tempat pemungutan suara (TPS) ada 3.692 titik. ”DPK ini akan mendapatkan perlakuan sama dengan yang lainnya,” imbuhnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sampang Insiatun mengatakan, pihaknya tentu akan memaksimalkan pengawasan pelaksanaan Pemilu 2019. Tak terkecuali data pemilih yang sudah ditetapkan KPU.

”Kami sedang melakukan pencermatan sampai saat ini, baik di tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten,” ujarnya.

Intinya, lanjut Insiatun, Bawaslu menginginkan proses dan tahapan pemilu sesuai dengan aturan. Dengan demikian, penyelenggara Pemilu 2019 benar-benar memberikan kepercayaan kepada pemilih. ”Mari bersama-sama lakukan pengawasan untuk kesuksesan Pemilu 2019,” ajaknya. 

(mr/rus/onk/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia