Kamis, 21 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Sportainment

Madura United Tutup Liga 1 2018 dengan 48 Angka

2019 Harus Berjaya

27 Desember 2018, 01: 18: 09 WIB | editor : Abdul Basri

KELUARGA BESAR: Seluruh jajaran tim Madura United FC musim 2018.

KELUARGA BESAR: Seluruh jajaran tim Madura United FC musim 2018. (A.YUSRON FARISANDY/RadarMadura.id)

Pada Liga 1 2018, Madura United memasang target juara. Sejumlah pemain berkelas didatangkan. Tim pelatih juga diperkuat. Namun, di akhir kompetisi Laskar Sape Kerrap harus menyerah pada takdir.

.........................................................................................................................................................................................     

MUSIM ini, penampilan Madura United (MU) memang tidak stabil. Setelah menjadi kampiun turnamen Suramadu Super Cup, Laskar Sape Kerrap harus pulang lebih awal di Piala Presiden setelah dikandaskan  Bali United di babak 16 besar melalui adu penalti.

Laskar Sape Kerrap kembali melempem pada Piala Gubernur Kaltim (PGK). Fabiano Beltrame dkk terpaksa pulang dengan muka tertunduk setelah gagal lolos dari fase grup.

Sejak awal musim, Madura United kedatangan sejumlah pemain dari berbagai benua yang menjadi kiblat sepak bola. Mulai dari Amerika Latin, Afrika, Eropa dan beberapa asal negara Asia.Namun,pilihan jatuh pada kapten timnas Tajikistan, Nuriddin Davronovuntuk mengisi satu slot pemain asing.

Bongkar pasang pemain asing terus dilakukan agar bisa bersaing dengan tim lainnya. Ada nama Zah Rahan Krangar, O.K Jhon, Raphael Maitimo. Kemudian, Thiago Furtuoso, Beto de Paula, Mamadou Samassa, dan Milad Zanaeyedpour. Kemudian, untuk pemain lokal ada Gonzales dan Greg Nwokolo.

Pemain yang sangat berkontribusi pada Liga 1 2017 dipertahankan. Seperti, Fabiano Beltrame, Slamet Nurcahyo, Fachruddin Wahyudi, Bayu Gatra Sanggiawan dan sejumlah pemain lainnya diperpanjang kontraknya.

Publik sepak bola nasional geger dengan gebrakan yang dilakukan Madura United tersebut. Bahkan, skuad berjuluk Laskar Sape Kerrap itu digadang-gadang menjadi salah satu penantang terkuat dalam perebutan gelar Liga 1 musim 2018.

Untuk posisi pelatih, Madura United mendatangkan Danilo Fernando untuk mendampingi Gomes de Olivera. Kemudian mendatangkan Hendro Kartiko sebagai pelatih kiper. Sebelumnya, Madura sudah merekrut pelatih fisik asal Brasil, Joaquim Filho.

Namun, komposisi pemain tersebut belum bisa mengangkat performa Madura United. Setelah meraih gelar Suramadu Supert Cup, Madura meraih hasil minus pada dua turnamen pramusim lainnya. Yakni, Piala Presiden dan Piala Gubernur Kaltim.

Rentetan hasil buruk membuat Gomes de Olivera yang sudah dua tahun menangani Madura mengundurkan diri. Manajemen mengambil keputusan cepat dengan mendatangkan Milomir Seslija untuk mengganti posisi pelatih asal Brasil tersebut.

Pada paro pertama musim 2018, penampilan Madura United cukup stabil. Sayangnya, itu tidak bertahan lama. Rentetan kekalahan jelang memasuki paro kedua, membuat manajemen kembali melakukan gebrakan. Gomes kembali dipanggil.

Hasilnya, cukup bagus. Permainan skuad Laskar Sape Kerrap kembali kepada ciri khasnya. Sejumlah hasil positif berhasil didapatkan. Kondisi mental seluruh pemain meningkat. Bahkan sempat berada di posisi pertama klasemen.

Namun, itu hanya bertahan beberapa pekan saja. Setelah mencatatkan rekor delapan kali tidak terkalahkan, MU meraih rentetan hasil  negatif. Bahkan, di akhir kompetisi tim kebangsaan masyarakat Pulau Garam tersebut harus puas berada di posisi delapan dengan 48 poin.

Salah satu yang menjadi kelemahan MU adalah striker. Selama ini, MU hanya bertumpu pada Greg Nwokolo dan Smassa. Jika kedua pemain tersebut tidak bisa dimainkan MU seperti kehilangan ketajaman. Bahkan, gol sering tercipta dari lini belakang.

Memang, pasca hengkangnya Peter Odemwingie, belum ada pemain asing yang mampu menggantikan posisinya di lini depan. Padahal sejumlah pemain berkelas di datangkan. Mulai Thiago Furtuoso, Beto de Paula dan Samassa.

Finis di posisi delapan memang bukan akhir yang bagus buat MU. Bahkan, sejumlah suporter merasa kesal karena tidak bisa mengulangi prestasi sebelumnya. Di tengah hasil kurang bagus tersebut, Presiden MU Ahsanul Qasasi keluar untuk menenangkan situasi.

”Selalu ada pertanyaan tentang bagaimana musim depan dan bagaiman akhirnya. Sadarilah kalau semua itu berhubungan dengan takdir dan niat. Tak ada yang bisa mengatur takdir,” ujar presiden klub Madura United Achsanul Qosasi yang akrab di panggil AQ.

AQ meminta jajaran manajemen, pemain, dan pelatih menikmati setiap detik bersama keluarga dan teman jelang musim 2019. ”Teruskan langkah kalian, tebarkan kebaikan, simpan dan maafkan kekurangan. Terima kasih dari seluruh rakyat dan supporter Madura,” tutup AQ.

Kegagalan musim ini tentu tidak boleh terulang. Harapan suporter, prestasi musim depan lebih baik. Bahkan, banyak permintaan kepada AQ dan Manajer tim Haruna Soemitro untuk mendoakan agar Madura juara musim 2019.

Harapan itu disampaikaan kepada AQ dan Haruna saat sedang menjalankan ibadah umrah di tanah suci Makkah menyempatkan berdoa untuk Madura. ”Kami berdoa dari Ka’bah untuk Madura,” ujar pria asal Sumenep. 

(mr/dam/han/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia