Selasa, 19 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Bangkalan
Rekanan Klaim Kerahkan 400 Tukang

Proyek Rest Area Harus Tuntas Akhir Tahun Ini

17 Desember 2018, 06: 40: 59 WIB | editor : Abdul Basri

MASIH BERANTAKAN: Pekerja terus menggarap proyek rest area tahap tiga di Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Bangkalan.

MASIH BERANTAKAN: Pekerja terus menggarap proyek rest area tahap tiga di Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Bangkalan. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Progres pengerjaan proyek rest area tahap tiga diklaim mencapai 93 persen Minggu (16/12). PT Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana memiliki waktu dua pekan untuk merampungkan proyek milik Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) itu.

Sebagaimana diketahui, pada 2018 ini BPWS menganggarkan Rp 85 miliar untuk proyek rest area tahap tiga. Harga perkiraan sendiri (HPS) proyek tersebut Rp 84.448.310.000. PT Nindya Karya menjadi pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 79.212.237.000. Waktu pengerjaan mulai 9 Mei hingga 31 Desember 2018.

Pantauan RadarMadura.id, sisi selatan dibangun gedung food court dan suvenir 2. Pengerjaan fisik gedung, atap, pengecatan, dan pemasangan keramik telah rampung. Kini tinggal pemasangan instalasi listrik.

Sisi barat ada pengerjaan gedung suvenir IA dan 1B. Pengerjaan fisik gedung dan atap sudah rampung. Saat ini proses pemasangan keramik di beberapa bagian, pengecatan gedung, dan pemasangan instalasi listrik.

Sementara di bagian utara terdapat gedung informasi dan anjungan. Pengerjaan fisik gedung dan atap telah rampung. Saat ini pemasangan keramik di beberapa bagian, pengecatan gedung, dan pemasangan instalasi listrik. Untuk tempat parkir, taman, dan tempat pembuangan sampah masih dalam proses pengerjaan.

Seat Operasional Manager PT Nindya Karya Eric Destary mengklaim, pengerjaan proyek rest area tahap dua sudah sesuai jadwal. Hingga kemarin progres pengerjaan 93 persen. Dia mengungkapkan, dengan sisa waktu 14 hari, masih ada 7 persen pengerjaan yang kurang.

Karena itu, pihaknya menambah tukang yang semula 385 orang menjadi 400 pekerja. Pengerjaan dilakukan siang dan malam hampir 24 jam. Ratusan tukang itu mulai bekerja pukul 08.00 hingga 22.00.

Pengerjaan proyek rest area dilakukan secara simultan agar bisa rampung tepat waktu, yakni akhir tahun. ”Kami tambah tukang. Sudah 400 tukang yang kami kerahkan,” ucapnya.

Menurut Eric Destary, pekerjaan fisik proyek rest area sudah rampung. Saat ini tinggal pengerjaan tambahan atau finishing. Rata-rata pengerjaan fisik gedung tinggal pemasangan keramik di beberapa bagian, pengecatan, dan pemasangan listrik. ”Sudah klir, tinggal finishing saja,” klaimnya.

Jika pengerjaan tidak rampung akhir tahun, masih ada perpanjangan waktu. Namun, ada denda sesuai dengan kekurangan pekerjaan. ”Kami targetkan rampung tepat waktu,” tegasnya.

Eric Destary menambahkan, pengawasan proyek itu berlapis. Selain konsultan pengawas, BPWS, dan Komisi V DPR RI, tim pengawal pengamanan pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) juga turut melakukan pengawasan. Pihaknya memastikan pengerjaan sesuai rencana anggaran biaya (RAB). ”Media juga mengawasi. Boleh dilihat hasil pekerjaan kami,” pungkas dia.

Kepala Divisi Data dan Informasi BPWS Pandit Indrawan mengatakan, pihaknya intens berkoordiansi dengan PT Nindya Karya. Pihaknya juga telah meminta rekanan menambah jumlah pekerja agar pengerjaan pembangunan rest area rahap tiga rampung tepat waktu.

Dia mengungkapkan, jika proyek itu tidak rampung sesuai jadwal, masih ada perpanjangan waktu pengerjaan. Namun, rekanan dikenakan denda setiap hari sesuai dengan kekurangan pekerjaan. ”Kalau tidak rampung tepat waktu, pastinya rekanan dikenai denda,” pungkasnya.

(mr/bam/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia