Selasa, 19 Mar 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal
Warga Mulai Ragukan Polisi

DPO Kasus Kepemilikan Senpi Tak Kunjung Ditangkap

17 Desember 2018, 06: 10: 59 WIB | editor : Abdul Basri

MULAI DIRAGUKAN: Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman saat menunjukkan foto DPO kasus kepemilikan senpi beberapa waktu lalu.

MULAI DIRAGUKAN: Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman saat menunjukkan foto DPO kasus kepemilikan senpi beberapa waktu lalu. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

SAMPANG – Kasus dugaan kepemilikan senjata api (senpi) ilegal di Sampang tak kunjung ada titik terang. Polres Sampang hingga Minggu (16/12) belum bisa menemukan Hasan Ambon, DPO yang diduga terlibat kepemilikan senpi.

Warga pun mulai meragukan keseriusan Polres Sampang untuk mengungkap kasus tersebut. Moh. Romli, warga Kecamatan Sokobanah mengatakan, buron kasus senpi belum tertangkap. Menurut dia, itu meresahkan masyarakat.

Masyarakat berpikir, buron yang ditetapkan sebagai tersangka dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) itu merupakan penjual senpi. Dicurigai banyak senpi yang beredar di wilayah pantura Sampang.

Maka dari itu, Romli berharap polisi segera menangkap DPO tersebut. Selanjutnya memproses dan mengungkap jaringan penjual senpi ilegal yang beredar di wilayah Madura, khususnya Sampang. ”Kami mewakili masyarakat pantura meminta polisi segera menangkap DPO kasus senpi,” katanya.

Dia mengkritik kinerja polisi karena sudah hampir satu bulan penanganan DPO tidak ada perkembangan signifikan. ”Terus terang masyarakat mulai berasumsi aparat masuk angin dalam kasus ini,” ujarnya.

Salim Segav, juru bicara Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) menambahkan, pihaknya juga mulai meragukan keseriusan Polres Sampang mengungkap kasus senpi tersebut. Sebab, polres terkesan lamban.

Berbeda dengan kasus ujaran kebencian yang juga pernah melibatkan DPO kasus senpi tersebut. Saat itu polisi langsung menangkap Hasan Ambon. Akan tetapi, dalam kasus senpi ini aparat kepolisian tidak secepat saat menangani kasus ujaran kebencian itu.

Bahkan, polisi mengaku tidak bisa mendeteksi keberadaan Hasan Ambon. ”Kami mulai meragukan, dan publik juga demikian. Ini berbahaya terhadap kredibilitas institusi hukum penegak hukum Sampang,” ungkapnya.

Mestinya, sambung Salim Segav, polres cepat menangani kasus dugaan kepemilikan senpi ilegal ini. ”Semoga kecurigaan publik bahwa polisi main mata dan masuk angin serta melindungi DPO tidak terbukti,” harapnya.

Salim Segav menegaskan, Ikaba akan terus mengawal kasus tersebut. Pihaknya meminta polisi bekerja profesional. ”Kasus penembakan terhadap Subaidi ini menjadi duka seluruh Ikaba se-Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman mengakui sampai saat ini pihaknya belum mengendus keberadaan Hasan Ambon. Menurut dia, pihaknya sudah menerjunkan tim khusus untuk melacak Hasan Ambon. ”Sedang kami kejar, belum terdeteksi lokasinya di mana,” katanya.

Kapolres berjanji akan menuntaskan kasus tersebut. Dia meminta masyarakat tidak berasumsi macam-macam. ”Biarkan kami bekerja maksimal dulu, pasti kami tangkap,” tandas Budi Wardiman.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia