Kamis, 24 Jan 2019
radarmadura
icon featured
Sampang

PAD Lapangan Olahraga Minus Rp 20 Juta

16 Desember 2018, 06: 40: 59 WIB | editor : Abdul Basri

SUMBER PENDAPATAN: Anak-anak bermain bola di lapangan futsal Wijaya Kusuma, Sampang.

SUMBER PENDAPATAN: Anak-anak bermain bola di lapangan futsal Wijaya Kusuma, Sampang. (ZAINAL ABIDIN/RadarMadura.id)

SAMPANG – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang belum maskimal mengelola lapangan olahraga. Indikasinya, selama ini tidak banyak masyarakat yang menyewa fasilitas tersebut.

Misalnya, lapangan tenis dan futsal di Wijaya Kusuma yang minim aktivitas. Padahal, antusiasme warga terhadap tenis dan futsal cukup tinggi. Namun, potensi tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor sewa lapangan.

Data Disporabudpar Sampang menyebutkan, lapangan olahraga outdoor ada enam. Perinciannya, dua lapangan tenis, dua futsal, satu lapangan basket, dan voli. Tahun ini target PAD sewa lapangan Rp 50 juta. Namun hingga memasuki tutup tahun anggaran, realisasinya hanya Rp 30 juta. Dengan demikian, PAD sewa lapangan minus Rp 20 juta.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri mengatakan, minimnya PAD dari sektor sewa lapangan menjadi indikasi sistem pengelolaan kurang maksimal. Dengan begitu, keadaan tersebut belum mampu menarik minat masyarakat untuk menyewa fasilitas itu.

”Antusiasme masyarakat Sampang terhadap olahraga tinggi. Misalnya, tenis, fusal, dan semacamnya. Tapi, selama ini hal itu tidak didukung dengan fasilitas olahraga yang memadai,” ucapnya.

Menurut dia, tidak tercapainya target PAD dari sektor tersebut juga terjadi pada 2016. Dari target Rp 50 juta, yang terealisasi hanya Rp 25 juta. Politikus PKB itu meminta pengelolaan lapangan olahraga lebih maksimal. Dengan demikian, PAD dari sewa lapangan olahraga pada 2018 bisa mencapai target.

”Setiap tahun retribusi sewa lapangan tidak pernah mencapai target. Padahal, sewa lapangan menjadi satu-satunya sumber pendapatan disporabudpar setelah tempat wisata tidak ditarik PAD,” kritiknya.

Maniri meminta dinas yang dinakhodai Aji Waluyo itu tidak hanya mengelola lapangan indoor. Tetapi juga harus bisa memperhatikan kondisi lapangan outdoor. Yakni dengan meningkatkan fasilitas yang dibutuhkan. Misalnya, dipasang atap agar penyewa lebih aman dan nyaman saat bermain di lapangan tersebut.

Dia menyebutkan, tahun ini dinas terkait mengeluarkan anggaran Rp 11.449.316.000 untuk peningkatan sarana dan prasarana olahraga. Ditambah Rp 506.336.000 untuk pemeliharaan rutin. Seharusnya, dana yang tidak sedikit tersebut bisa memberikan dampak terhadap kemajuan sarana olahraga.

”Jika fasilitas lapangan sudah lengkap dan dikelola dengan baik, hasilnya akan positif dan PAD bisa meningkat. Selama ini kondisi lapangan itu panas karena tidak dipasangi atap,” ucapnya.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo memilih irit bicara. Dia mengakui PAD dari sektor lapangan olahraga tidak mencapai target. Kata dia, hanya sewa lapangan voli yang melebihi target.

”Tidak semua lapangan olahraga sepi penyewa. Hanya lapangan futsal karena banyak lapangan swasta. Kami sudah mengajukan dana untuk pemasangan atap di lapangan itu, tapi tidak diterima karena dinilai kurang produktif,” bebernya.

(mr/nal/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia