Selasa, 19 Mar 2019
radarmadura
icon featured
Features
21 Tahun Mengabdi sebagai Tenaga Pendidik

Anak Petani Sukses Jabat Kabid SD

14 Desember 2018, 00: 46: 47 WIB | editor : Abdul Basri

BERWIBAWA: Kabid Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Disdik Pamekasan Rusdiyadi.

BERWIBAWA: Kabid Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Disdik Pamekasan Rusdiyadi. (RadarMadura.id)

PAMEKASAN - Sebagai anak petani tidak membuat Rusdi ciut. Sebab, kedua orang tuanya memiliki spirit luar biasa untuk menjadikan anaknya berpendidikan. Kini dia merasakan buah didikan kedua orang tuanya itu.

Pengalaman Rusdiyadi dalam dunia pendidikan cukup matang. Dia 21 tahun mengabdikan diri menjadi guru sebelum diangkat sebagai pejabat Disdik Pamekasan pada 2013. Manis pahitnya dunia pendidikan sudah dia rasakan.

Pria kelahiran Pamekasan, 16 Juni 1970, itu berjuang untuk memajukan pendidikan mulai dari perdesaan. SDN Ponjanan Barat 1, Kecamatan Waru, menjadi tempat pengabdiannya selama 1992–2013. Lalu, diangkat sebagai Kasi Pengembangan Karir Disdik Pamekasan sejak 18 Desember 2013 hingga 2017.

Prestasi kerja cukup bagus membuatnya dipercaya menduduki jabatan di atasnya. Sejak 18 Oktober 2017, dia diangkat sebagai Kabid Pendidikan Sekolah Dasar (SD). Bahkan, sejak 2 Juli 2018 dia juga dipercaya menjadi Plt Kabid ketenagaan.

Rusdi mengenyam pendidikan di SDN Waru Barat 3, Kecamatan Waru, dan SMPN 1 Waru. Kemudian melanjutkan ke SPGN/SMAN 4 Pamekasan. Lalu, melanjutkan D-2 PGSD, S-1 IKIP PGRI Jember, dan S-2 di STIE Malang.

Dia bersyukur, meski pun dilahirkan dari keluarga petani, namun orang tuanya sadar akan pentingnya pendidikan. Sejak kecil orang tuanya senantiasa mendorong agar Rusdi menimba ilmu dengan rajin di sekolah. Dengan kesadaran itu, banyak manfaat yang dia rasakan saat ini.

”Orang tua saya petani. Tapi, beliau begitu semangat agar saya dulu bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin,” ujar suami Fifi Eni Martuti itu.

Rusdi mengaku, jabatan tersebut amanah. Karena itu, dia memanfaatkan jabatannya sebaik mungkin dengan kerja maksimal. Khususnya, dalam mengupayakan pendidikan sekolah dasar (SD) di Pamekasan agar lebih berkualitas. ”Kami tidak akan menyia-nyiakan amanah atau tanggung jawab ini. Saya menyadari setiap sesuatu pasti dimintai pertanggungjawaban,” terangnya.

Untuk mewujudkan sekolah berkualitas, dia terlebih dahulu memperbaiki sumber daya manusia (SDM) semua komponen. Mereka dibina agar sama-sama memiliki rasa tanggung jawab untuk memajukan pendidikan. Karena itu, prinsip kebersamaan diterapkan dalam kepemimpinannya.

”Saya menghilangkan jarak antara saya dengan bawahan agar permasalahan yang ada dari bawah bisa disampaikan dengan baik untuk sama-sama dicarikan solusi,” terangnya. Penerapan pola kepemimpinan itu sangat efektif. Semua komponen dapat mengerjakan tugasnya dengan baik dan maksimal. ”Alhamdululillah kita kompak dalam menjalankan program,” terangnya.

Dia pun berterima kasih kepada sekolah yang telah mendukung dirinya pada pemilihan tokoh pendidikan terpopuler Madura Awards 2018. Dengan dukungan itu, dia sukses bertahan di posisi pertama lima besar. ”Masih banyak lembaga yang antre untuk memberikan dukungan. Saya ucapkan terima kasih atas respons dan kepeduliannya,” tukasnya. 

(mr/sin/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia