Kamis, 24 Jan 2019
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Senpi Idris Buatan Pindad dan Italia

12 Desember 2018, 19: 35: 29 WIB | editor : Abdul Basri

DUKUNGAN MORIL: DPP IMABA foto bareng Kapolres AKBP Budi Wardiman usai beraudiensi di Mapolres Sampang.

DUKUNGAN MORIL: DPP IMABA foto bareng Kapolres AKBP Budi Wardiman usai beraudiensi di Mapolres Sampang. (Herlina Trisukma/RadarMadura.id)

SAMPANG - Sebelum bertemu dan menembak Subaidi, Idris ternyata membekali diri dengan dua senjata api (senpi). Informasinya, senpi Idris buatan Italia dan PT Perindustrian Angkatan Darat (Pindad). Hal itu, terungkap saat Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) beraudiensi dengan Kapolres AKBP Budi Wardiman, Rabu (12/12).

Abd. Bari, Divisi Hukum dan HAM DPP IMABA mengatakan, saat audiensi menanyakan senpi yang digunakan Idris. Terungkap, Idris menggunakan 2 senpi buatan Italia dan Pindad. Untuk senpi buatan Italia, polisi sudah menetapkan pria berinisial HA sebagai DPO. "Polisi kesulitan menangkap HA karena minimnya informasi," katanya.

Dijelaskan, tersangka Idris mengaku membeli senpi buatan PT Pindad dari seorang pria yang teridentifikasi bernama Suhli, warga Desa/Kecamatan Sokobanah, Sampang. Suhli sampai saat ini masih dicari polisi. "Kasus ini harus diusut tuntas. Jika nanti terbukti ada aktor lain yang terlibat, polisi berjanji akan menyampaikan ke publik," ungkapnya.

Kapolres AKBP Budi Wardiman menuturkan, pemberkasan kasus yang menyedot perhatian publik tersebut sudah rampung dan akan segera dilimpahkan ke kejaksaan. "Senin (10/12) kemarin sudah diambil hasil pemeriksaan di laboratorium. Berkasnya lagi dijilid. Nanti kalau sudah dilimpahkan ke kejaksaan, kita kasih tau," janjinya.

Sementara bagi mereka yang ditetapkan sebagai DPO, lanjut Budi Wardiman, dipastikan akan terus diburu sampai berhasil ditangkap. "Sampai detik ini, polisi tidak pernah berhenti kejar DPO. Namun, kendalanya minimnya informasi. Tapi akan terus kita kejar," paparnya didampingi Kasatreskrim Polres Sampang AKP Hery Kusnanto. (Herlina Trisukma)

(mr/yan/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia