Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

Polres Sumenep Mulai Incar Disperindag

Kasus Dugaan Korupsi Pasar Pragaan

06 Desember 2018, 20: 14: 22 WIB | editor : Abdul Basri

TEGAS: Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto akan mengembangkan kasus korupsi Pasar Pragaan.

TEGAS: Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto akan mengembangkan kasus korupsi Pasar Pragaan. (Ubay Shabaro/RadarMadura.id)

SUMENEP - Kasus dugaan korupsi Pasar Pragaan sepertinya tidak akan berhenti pada tersangka Babur Rahman dan Koko Adriyanto. Penyidik Satreskrim Polres Sumenep dipastikan mengembangkan penyidikan dan menyasar para pihak yang diduga terlibat.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Kasatreskrim Polres Sumenep AKP Tego S Marwoto kepada RadarMadura.id. Perwira dengan tiga balok di pundak itu memastikan melanjutkan dan mengembangkan penyidikan dugaan korupsi Pasar Pragaan.

Namun demikian, sampai saat ini pihaknya baru mampu menetapkan dua tersangka yang sudah dilimpahkan ke Kejari Sumenep. "Kami akan terus kembangkan sampai dinas terkait. Untuk saat ini kami masih menetapkan dua tersangka sesuai dengan bukti dan saksi," katanya.

Seperti diketahui, proyek dengan anggaran Rp 2,4 miliar itu bersumber dari dana DAK 2014 silam pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep. Baburrahman Direktur CV Jaya Bayu Abadi Sumenep bertindak sebagai pelaksana pengerjaan fisik. Sedangkan Koko Adriyanto sebagai konsultan pengawas. 

Kedua tersangka tersebut diduga mengakibatkan kerugian negara Rp 676,8 juta. Proyek tersebut aslinya dimenangkan oleh PT Bukidalam Barisani. CV Jaya Bayu Abadi hanya sebagai peserta lelang.

Namun, dalam pelaksaan justru proyek tersebut digarap Babur Rahman. Diduga Babur Rahman menerima sub atas pekerjaan tersebut. Sayangnya, pekerjaan proyek diduga menyimpang. Polres pun menangani kasus ini dan berujung penahanan di kejari atas kedua tersangka.

Di tempat terpisah, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Moh. Heri juga berjanji akan menindak lanjuti dan mengembangkan kasus tersebut. Diakui pihaknya masih belum cukup bukti dan saksi untuk menangkap tersangka lain.

"Saksi dan bukti yang sudah kami kantongi dan sudah kami periksa kemarin, hanya menunjukkan dua tersangka tersebut

Lainnya belum," ucapnya. (rm6)

(mr/ayd/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia