Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Polisi Amankan Mobil Hasan Ambon

06 Desember 2018, 07: 10: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PEMILIKNYA BURON: Mobil yang sering digunakan Hasan Ambon diamankan di Mapolres Sampang.

PEMILIKNYA BURON: Mobil yang sering digunakan Hasan Ambon diamankan di Mapolres Sampang. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

SAMPANG – Polres Sampang belum berhasil menangkap keberadaan buron kasus kepemilikan senjata api (senpi) Hasan Ambon. Tim opsnal satreskrim hanya mengamankan mobil Toyota Rush M 440 D yang biasa digunakan pria 55 tahun asal warga Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, tersebut.

Mobil itu diamankan polisi di Desa Pangereman, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, sebagai barang bukti. Sebelumnya, kendaraan mobil tersebut terdeteksi di Kecamatan Karang Penang. ”Kami hanya mengamankan mobilnya saja, karena ternyata mobil itu dipakai orang lain,” kata Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman Rabu (5/12).

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Mobil tersebut diamankan di rumah warga. Berdasarkan pengakuan pemilik rumah, mobil tersebut memang sengaja dititipkan oleh tersangka. Pihaknya belum memperoleh banyak keterangan dari pemegang mobil tersebut saat penggerebekan dan pengambilan mobil tidak koperatif.

Polisi juga menemukan fakta baru bahwa mobil tersebut bukan atas nama Hasan Ambon. Setelah dicek, pelat nomor tidak cocok dengan nomor rangka dan nomor mesin. Mobil tersebut pernah jadi incaran polisi sebuah kasus. ”Kami sedang dalami terkait mobil milik DPO ini,” terangnya.

Hasan Ambon ditetapkan sebagai tersangka dan DPO karena menjual pistol yang digunakan Idris untuk membunuh Subaidi. Sebelumnya Hasan diamankan polisi terkait kasus ujaran kebencian. Akan tetapi, Hasan dilepas dengan alasan statusnya masih sebagai saksi.

Hasim, 60, orang tua Subaidi, berharap polisi segera menangkap dan mengungkap semua yang terlibat dalam kasus pembunuhan berencana anaknya. Menurut dia, jangan sampai polisi main mata dengan siapa pun yang terlibat. ”Kami percaya, Kapolres Sampang ini profesional,” katanya.

Salim Segav selaku juru bicara Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) meminta polisi menunjukkan keprofesionalannya dalam menangani kasus ini ke publik. ”Masyarakat menilai, DPO ini kebal hukum. Kami khawatir sekali DPO ini lolos dan kasusnya hilang begitu saja,” ungkapnya.

Pihaknya akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Menurut dia, kasus pembunuhan berencana menggunakan senpi itu harus diusut tuntas hingga ke akarnya. ”Kapolres harus bisa memberikan pelajaran kepada publik bahwa hukum tidak hanya tajam ke bawah. Kami tak mengharap mobilnya yang ditangkap, tapi orangnya,” pungkasnya.

(mr/luq/rus/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia