Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

115 TKI Madura Dideportasi, Kebanyakan dari Malaysia

05 Desember 2018, 18: 59: 59 WIB | editor : Abdul Basri

BEBER DATA: Staf P4TKI Pamekasan Hozimin saat ditemui RadarMadura Rabu (5/12) pukul 11.00.

BEBER DATA: Staf P4TKI Pamekasan Hozimin saat ditemui RadarMadura Rabu (5/12) pukul 11.00. (Susanti Stia Wardani/RadarMadura.id)

PAMEKASAN - Angka deportasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura relatif tinggi. Sejak Januari hingga awal Desember ini mencapai 115 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Madura.

Rinciannya, Bangkalan berjumlah 11 orang, Sampang 34 orang, Pamekasan 35 orang dan Sumenep 35 orang. 

TKI yang dideportasi umumnya bekerja di Negeri Jiran dengan menggunakan jalur tikus. Sehingga dipastikan tidak memiliki berkas-berkas resmi. 

Mereka biasanya menggunakan tekong. Jalur yang dipilih pun kebanyakan jalur darat melalui Batam maupun Kalimantan. Paspor yang digunakan menggunakan paspor wisata bukan untuk bekerja.

Hozimin selaku staf Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Disnakertrans Pamekasan membenarkan hal tersebut.

"Jadi selama ini warga cenderung berangkat ilegal, ketika kena razia ya ditangkap," bebernya.

Animo besar masyarakat Madura umumnya dan Pamekasan khususnya, untuk menjadi TKI diakui oleh banyak pihak. Kepala Disnakertrans Pamekasan Arif Handayani juga mengakui hal itu.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengikuti prosedur yang ada. Jika mengikuti prosedur, pihaknya akan memberi pembinaan sebelum berangkat, sehingga TKI sudah memiliki bekal. (rm4)

(mr/ayd/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia