Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Tiga Bulan Insentif Guru Madin Tertahan

Disdik Berdalih Tunggu Pendataan Guru Ngaji

04 Desember 2018, 20: 08: 27 WIB | editor : Abdul Basri

Tiga Bulan Insentif Guru Madin Tertahan

BANGKALAN – Pendataan guru madrasah diniyah (madin) selesai lebih awal dibanding guru ngaji. Namun, insentif bagi mereka tak kunjung dicairkan. Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan beralasan masih menunggu data guru ngaji klir dulu.

Kasubbag Program dan Evaluasi Disdik Bangkalan Eriadi Santoso mengutarakan, total penerima insentif 8.352 orang. Itu mencakup guru ngaji dan madin.

”Karena pendataan guru ngaji belum selesai. Jadi, belum bisa ditransfer untuk guru madin. Tapi, nanti transfernya berbarengan,” kata dia Senin (3/12).

Pria yang akrab disapa Erik itu mengaku belum tahu berapa perincian guru ngaji dan guru madin yang menjadi penerima insentif. Karena itu, transfer ke masing-masing penerima insentif tidak bisa dilakukan. Termasuk, ke guru madin. ”Yang jelas, tetap lebih banyak guru madin,” ujarnya.

Menurut Erik, apabila nanti sudah beres semua pendataannya, para penerima insentif tinggal bertanda tangan di Bank Jatim. Pihaknya sudah melakukan pemesanan buku rekening di Bank Jatim.

”Untuk mempercepat pekerjaan, kami booking dulu. Karena rekeningnya sebanyak 8.352,” jelasnya.

Pihaknya akan mengajukan SK penerima insentif ke Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Itu sebagai dasar untuk pencairan ke masing-masing penerima. ”Karena guru itu menerima tidak dalam bentuk tunai, tapi nontunai. Makanya, langsung dibuatkan rekening,” terangnya.

Erik memprediksi semua data kelar paling lambat tiga hari lagi. Sebab, saat ini dalam proses menerima data dari kecamatan-kecamatan untuk guru ngaji. ”Secepatnya sudah bisa ditransfer,” janjinya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Mohni mengatakan, pemberian insentif ini paling lambat pertengahan Desember sudah bisa ditransfer ke masing-masing penerima. Lumayan, per orang mendapatkan bantuan insentif Rp 200 ribu per bulan. ”Dirapel selama tiga bulan, yakni dari Oktober, November, dan Desember,” terangnya. 

(mr/daf/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia