Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Kesaksian Warga di Lokasi Penembakan Subaidi

Sebelum Roboh, Subaidi Jalan 150 Meter

04 Desember 2018, 12: 35: 45 WIB | editor : Abdul Basri

REKA ULANG: Warga memperagakan posisi Subaidi saat roboh setelah meminta pertolongan kepada warga di Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Sampang.

REKA ULANG: Warga memperagakan posisi Subaidi saat roboh setelah meminta pertolongan kepada warga di Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Sampang. (RUSYDI ZAIN/RadarMadura.id)

SAMPANG - Penembakan yang merenggut nyawa Subaidi masih menjadi perhatian. Fakta baru terungkap terkait lokasi penembakan dan tempat korban roboh. RadarMadura.id melakukan penelusuran dan menemui saksi utama usai kejadian.

 Keterangan lokasi tersebut diungkapkan Dahlan, warga Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Dia yang berani mendekati Subaidi usai penembakan. Pria 45 tahun itu menerima telepon dari warga di dekat lokasi Subaidi roboh. Orang itu, kata Dahlan, mengatakan bahwa ada orang terkena tembak.

Kemudian, dirinya bergegas mendatangi lokasi. Setiba di tempat kejadian perkara, dirinya memang melihat ada orang terkapar di pinggir jalan. Kemudian, dirinya menanyakan kepada Subaidi mengapa bisa terkapar.

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

Subaidi menyebut bahwa yang menembak adalah Idris. Setelah itu, Dahlan bergegas menuju rumah kepala Desa (Kades) Sokobanah Laok untuk memberitahukan kejadian tersebut. Sekembalinya dari rumah kepala desa, sudah banyak warga yang mendatangi Subaidi. Atas instruksi Kades, Subaidi diminta cepat dibawa ke puskesmas.

”Subaidi ini dari sini ke puskesmas dibawa menggunakan pikap. Orangnya masih sadar dan lancar berbicara,” katanya di tempat korban ditemukan roboh Senin (3/12).

Dahlan mengungkapkan, jarak lokasi penembakan dengan tempat Subaidi ditemukan roboh itu jauh. Usai ditembak, Subaidi mencari warga untuk meminta pertolongan. Hanya satu rumah warga yang dekat dengan tempat Subaidi roboh. ”Subaidi ini tidak roboh di lokasi penembakan. Subaidi ini seperti mau mencari orang untuk berwasiat setelah ditembak karena dia meminta supaya disampaikan kepada keluarganya kalau yang menembaknya adalah Idris,” ungkapnya.

Saat itu motor yang ditinggalkan Subaidi masih menyala. Kemungkinan pelaku melarikan diri ke arah perbukitan yang jalannya tak beraspal. Subaidi balik arah meninggalkan motor untuk mencari pertolongan. ”Sekitar seratus lima puluh meter Subaidi berjalan mencari pertolongan, sebelum roboh di pinggir jalan,” papar Dahlan.

Dari luka tembak itu, tambah dia, tidak ada darah yang menetes. Bahkan, dari lokasi penembakan hingga Subaidi roboh tidak ada darah. Lokasi penembakan beserta motor yang dibiarkan roboh dan menyala terletak di Desa Sokobanah Tengah. Selongsong peluru juga ditemukan di wilayah tersebut.

Sementara lokasi Subaidi yang roboh di Desa Sokobanah Laok. ”Lokasi penembakan pas di perbatasan. Tapi masuk Desa Sokobanah Tengah,” terang Dahlan.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman membenarkan bahwa lokasi penembakan dengan tempat Subaidi roboh itu jauh. Dia juga membenarkan bahwa selongsong peluru ditemukan tak jauh dari tempat motor korban roboh dalam keadaan menyala. ”Iya, benar begitu. Memang jaraknya jauh, seratus meteran lebih,” singkatnya.

(mr/rus/luq/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia