Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Hukum & Kriminal

75 Persen Tersandung Kasus Narkoba

04 Desember 2018, 03: 00: 59 WIB | editor : Abdul Basri

PINTU NAPI: Warga melintas di Rutan Kelas II-B Sumenep.

PINTU NAPI: Warga melintas di Rutan Kelas II-B Sumenep. (ALI HAFIDZ S./RadarMadura.id)

SUMENEP – Kasus pelanggaran hukum di Kabupaten Sumenep cukup tinggi. Hingga Minggu (2/12) ada 295 orang yang ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Sumenep. Padahal, kapasitas gedung tersebut hanya untuk 100 orang. Dari jumlah tersebut, rata-rata kasus penyalahgunaan narkoba.

”Narkoba rata-rata. Bahkan, hampir 75 persen,” ujar Kepala Rutan Kelas II-B Sumenep Beni Hidayat kepada RadarMadura.id.

Menurut Beni, para napi tidak hanya dikurung, tetapi juga mendapat pembinaan. Melalui pembinaan kepribadian dan kemandirian diharapkan perilaku mereka berubah. Untuk program tersebut, rutan bekerja sama dengan Kemenag dan Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan.

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

”Semua dibekali pengetahuan agama sehingga ada perubahan perilaku,” tuturnya. ”Kita salurkan minat dan bakat warga binaan yang ada di rutan kelas II-B itu melalui keterampilan. Yaitu, kesenian, pertanian, kuliner, dan pertunjukan,” tambahnya.

Dengan program itu, Beni berharap, napi menyesali perbuatannya dan memiliki kepribadian yang baik. Dengan demikian, saat keluar mereka bisa kembali ke masyarakat dan tidak mengulangi perbuatannya. ”Semoga bermanfaat pembinaan yang sudah diberikan,” ucapnya. (c2)

(mr/han/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia