Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal
Penjual Senpi Belum Terlacak

Anggap Tak Cukup Bukti, Polres Lepas Jatim

03 Desember 2018, 11: 16: 51 WIB | editor : Abdul Basri

Anggap Tak Cukup Bukti, Polres Lepas Jatim

SAMPANG – Jatim, warga Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah sempat diamankan di Mapolres Sampang. Dia dicurigai membantu menyembunyikan senjata api (senpi) dan tersangka pelaku penembakan Idris.

Namun sejak Minggu (2/12) Jatim dilepas. Dia hanya berstatus sebagai saksi kasus penembakan yang menewaskan Subaidi. Polisi menyatakan tidak cukup bukti Jatim terlibat dalam kasus penembakan itu.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman menyampaikan, Jatim sempat ditahan karena ada beberapa keterangan yang dibutuhkan oleh tim penyidik. ”Jatim ini yang menyembunyikan tersangka dan senpi usai kejadian penembakan,” katanya kemarin.

Dia menegaskan, Jatim statusnya sebagai saksi. Penyidik belum menetapkan Jatim sebagai tersangka. Atas dasar itu, penyidik melepas Jatim. Dia hanya wajib lapor satu minggu sekali ke Polres Sampang.

Klik dan Download Aplikasi Radar Madura Disini..!!

SUDAH DILEPAS: Jatim saat diamankan Polres Sampang.

SUDAH DILEPAS: Jatim saat diamankan Polres Sampang. (POLRES FOR RadarMadura.id)

Lebih jauh Budi Wardiman menjelaskan, pihaknya masih memburu Hasan Ambon yang diduga sebagai penjual senpi kepada Idris. Menurut Kapolres, sampai saat ini Hasan Ambon belum terdeteksi keberadaannya. ”DPO kami kejar,” tegasnya.

Dia menyatakan, sudah dua kali polisi melakukan penggerebekan, tapi tidak berhasil. Hasan Ambon diduga melarikan diri ke luar kota. Hasan Ambon sebelumnya terlibat kasus ujaran kebencian dan pernah diamankan di Polres Sampang. ”Pernah diamankan terkait kasus ujaran kebencian,” ungkapnya.

Akan tetapi, Hasan Ambon hanya semalam di polres kemudian dilepas. Alasannya, Hasan Ambon saat itu hanya sebagai saksi. Padahal pelaku ujaran kebencian dalam video yang beredar saat itu mengakui Hasan Ambon yang menyuruh.

Salim Segav, juru bicara Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (Ikaba) menegaskan, pihaknya tidak main-main mengawal kasus penembakan yang menewaskan Subaidi. Pihaknya sudah memasrahkan pengusutan kasus tersebut kepada aparat kepolisian.

Pihaknya meminta polisi tidak main-main. ”Semua yang terlibat harus diproses. Ini kriminal murni dan sudah direncanakan sedemikian matang. Bisa jadi pelaku tidak sendiri,” ujarnya.

Dia berharap aparat kepolisian segera menangkap Hasan Ambon. Informasi yang berkembang, kata Salim, Hasan Ambon masih berkeliaran di wilayah Kecamatan Sokobanah. ”Kami percaya polisi masih profesional. Polisi juga pasti memahami apa risiko jika sampai DPO tidak ditangkap,” pungkasnya.

Sementara itu, Nurfaizah, istri almarhum Subaidi masih menangis saat ditemui di rumah duka kemarin. Salah satu harapan terbesarnya kepada aparat kepolisian yaitu, pelaku diberi hukuman mati.

Dia menyampaikan, Subaidi merupakan tulang punggung keluarga. Subaidi meninggalkan satu anak laki-laki. Anak itu kini sering menanyakan keberadaan bapaknya. ”Saya menikah dengan almarhum sepuluh tahun yang lalu. Tidak menyangka secepat ini almarhum meninggalkan kami,” ucap Nurfaizah terisak.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia