Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Madura Events

BKPSDM Tingkatkan Kinerja ASN melalui Smart ID Card

02 Desember 2018, 07: 15: 59 WIB | editor : Abdul Basri

INOVATIF: Kepala BKPSDM Sumenep R Titik Suryati (kiri) menunjukkan cara kerja Smart ID Card kepada juri Madura Awards Mohamad Harun.

INOVATIF: Kepala BKPSDM Sumenep R Titik Suryati (kiri) menunjukkan cara kerja Smart ID Card kepada juri Madura Awards Mohamad Harun. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

SUMENEP – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM)  terus bergerak dalam mewujudkan Sumenep sebagai kota cerdas. Salah satunya dengan meluncurkan Smart ID Card yang digunakan sejak Mei lalu. Berkat inovasi inilah BKPSDM direkomendasikan sebagai salah satu nomine organisasi perangkat daerah (OPD) inovatif dalam ajang Madura Awards 2018.

Kepala BKPSDM R Titik Suryati mengatakan, peluncuran Smart ID Card itu merupakan salah satu cara untuk memajukan Sumenep di berbagai bidang. Baik di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan sebagainya. Puncaknya mewujudkan Sumenep sebagai kota cerdas (smart city).

Ada banyak manfaat yang diperoleh dari Smart ID Card. Di antaranya, kartu tersebut berfungsi sebagai kartu pengenal semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Sumenep. Kedua, melalui kartu tersebut, ASN bisa mengetahui profil dirinya melalui aplikasi di smartphone.

”Dengan kartu ini, ASN bisa tahu berapa hari dia tidak melakukan absensi. Berapa kali dia masuk kerja dan sebagainya,” jelas Yatik, sapaan akrab R Titik Suryati.

Dampaknya, para ASN bisa termotivasi untuk meningkatkan kinerja. Sebab mereka tidak lagi bisa mengelak akan tingkat kehadiran dirinya di kantor. Mereka yang tidak absen secara elektronik akan terintegrasi ke Smart ID Card.

Fungsi lain, jelas Titik, Smart ID Card ini juga bisa menjadi kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Pembuatan kartu juga dicetak langsung oleh dua bank yang bekerja sama. Yakni, Bank Jatim dan BRI. ”Smart ID Card ini juga berfungsi sebagai kartu diskon. Ada beberapa perusahaan yang sudah bekerja sama dengan pemkab. Ketika ASN belanja di situ otomatis mendapat diskon,” tegasnya.

Dijelaskan, Sumenep merupakan satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang telah meluncurkan Smart ID Card. Bahkan, Yatik menyebut bahwa kemungkinan besar di Indonesia baru Sumenep yang memulai inovasi tesebut. Sebab dalam beberapa pertemuan, daerah lain mengaku ingin meniru Sumenep dalam penerapan kartu tersebut.

Sementara itu, juri Madura Awards Mohamad Harun mengapresiasi inovasi yang dikembangkan BKPSDM. Kartu tersebut diharapkan bisa menopang kinerja ASN. Yang pada akhirnya bermanfaat bagi seluruh masyarakat Sumenep.

Harun memaparkan, penilaian dengan berkunjung ke kantor BKPSDM sebagai bentuk verifikasi faktual. Apakah instansi tersebut benar-benar memiliki program inovatif atau tidak. Penilaian faktual ini setelah sebelumnya mendapat rekomendasi dari sekretariat kabupaten (Sekkab) terkait OPD-OPD inovatif di Sumenep.

”Di Sumenep ini ada tiga yang direkomendasikan Pak Sekkab. Yakni, BKPSDM, cipta karya dan disparbudpora,” katanya. ”Kami sudah mendatangi ketiga-tiganya dan tinggal menentukan siapa yang layak mewakili Sumenep di ajang Madura Awards,” tukasnya.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia