Sabtu, 15 Dec 2018
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal
Penyelidikan Kepemilikan Senpi 

Kasus Penembakan Terindikasi Mengarah ke Tersangka Lain

29 November 2018, 08: 52: 20 WIB | editor : Abdul Basri

Kasus Penembakan Terindikasi Mengarah ke Tersangka Lain

SAMPANG – Polisi terus berusaha mengungkap kasus penembakan yang mengakibatkan Subaidi, 35, warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Sampang, meninggal. Tidak terkecuali mengenai kepemilikan senjata api (senpi) yang digunakan tersangka.

Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman Rabu (28/11) menyampaikan, penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Di antaranya, keluarga korban dan warga yang ada di lokasi penembakan.

Pemeriksaan juga dilakukan kepada tersangka pelaku penembakan yakni Idris, 31, warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah. Penyidik memadukan keterangan saksi dengan keterangan tersangka.

Terbaru, kata Budi Wardiman, mengacu pada keterangan tersangka dan barang bukti, ada indikasi mengarah ke tersangka lain terkait kepemilikan senpi. ”Untuk kepemilikan senjata api, mengarah ke tersangka lain. Kami sedang kembangkan penyelidikan,” tegasnya.

Kapolres meminta masyarakat tidak gegabah menyikapi kasus penembakan ini. Sebab, penyidik sedang bekerja untuk mengungkap kasus ini. Sejauh ini belum ada tanda-tanda yang mengarah ke tersangka lain selain aktor utama yang sudah ditangkap, yaitu Idris.

”Tim dari polda masih di lapangan. Tim IT juga sedang melacak semua nomor milik tersangka dan nomor milik korban. Nanti akan ada kesimpulan orang yang terlibat kasus ini,” ujarnya.

Hingga kemarin sudah 13 saksi yang diperiksa oleh penyidik. Menurut dia, tim gabungan polres dan polda memiliki hasil dan temuan baru setelah dua kali turun ke lapangan. Namun, Budi Wardiman belum bisa menyebutkan temuan tersebut.

Dia menyatakan, temuan langsung dikirim ke labfor polda untuk dilakukan penelitian. ”Kasus ini akan kami rilis kembali nanti, termasuk hasil penelitian labfor atas barang bukti yang diamankan,” pungkasnya.

Sementara itu, gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa menyatakan sangat prihatin atas kasus penembakan berujung maut tersebut. Apalagi jika kasus tersebut ada kaitannya dengan persoalan politik.

Menurut dia, dalam membangun demokrasi mestinya ada proses saling menghormati dengan cara yang dewasa sehingga tidak sampai ada korban meninggal. ”Kami turut berdukacita, semoga amal ibadah korban diterima oleh Allah,” ucapnya.

Dia meminta menyerahkan semuanya kepada aparat kepolisian untuk menindaklanjuti proses hukum kasus tersebut. Khofifah berharap kepada aparat kepolisian untuk bekerja maksimal menangani kasus penembakan itu. ”Ayo jaga kondusivitas supaya pesta demokrasi di negeri ini berjalan dengan cara saling menghormati, tidak dengan cara saling hujat dan semacamnya,” ajak dia.

(mr/rus/hud/bas/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia