Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Parkir Sembarangan Picu Kemacetan di Depan Pasar

20 November 2018, 15: 39: 03 WIB | editor : Abdul Basri

MACET: Warga memarkir kendaraan sembarangan di depan Pasar Blumbungan, Kecamatan Larangan.

MACET: Warga memarkir kendaraan sembarangan di depan Pasar Blumbungan, Kecamatan Larangan. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Kemacetan lalu lintas sering terjadi di depan Pasar Blumbungan, Kecamatan Larangan. Hampir setiap hari kemacetan menghantui pengendara yang melintas di depan pasar tersebut. Terutama dari arah selatan ke utara atau jalan menuju Kecamatan Kadur.

Ada beberapa pemicu kemacetan lalu lintas di akses tersebut. Di antaranya, pemerintah tidak menyediakan lahan parkir di area pasar. Dengan demikian, pengunjung pasar memarkir kendaraan sembarangan.

Pemicu lainnya, pedagang berjualan hingga ke bahu jalan. Terutama pada hari pasaran. ”Hampir setiap hari macet,” kata Sayuti, pedagang pupuk di depan Pasar Blumbungan.

Dia menyampaikan, di utara pasar sebenarnya ada tempat parkir. Namun, pengunjung pasar tidak memarkir kendaraan di tempat itu. Pengunjung lebih memilih memarkir kendaraan di pinggir jalan depan pasar.

”Kesadaran pengunjung minim. Mereka seenaknya memarkir kendaraan tanpa memikirkan dampaknya. Mereka tidak menyadari hal itu membuat macet dan bisa membahayakan,” ujar Sayuti.

Dia mengungkapkan, sangat jarang petugas mengatur arus lalu lintas di depan Pasar Blumbungan. Padahal hampir tiap hari terjadi kemacetan. Dikhawatirkan ada oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan situasi macet.

”Di sini rawan terjadi pencurian motor. Pernah dalam seminggu terjadi dua kali pencurian motor karena pengunjung pasar memarkir kendaraan sembarangan dan tidak ada petugas di sekitar pasar,” beber dia.

Selain itu, dia menganggap pengelola pasar kurang tegas mengatur pedagang yang berjualan hingga ke bahu jalan. Petugas pasar hanya meminta pedagang untuk memindahkan dagangan. Pedagang yang melanggar tidak diberi sanksi.

”Pedagang yang melanggar hanya disuruh memindahkan dagangannya. Setelah petugas pasar pergi, mereka kembali lagi,” tukas Sayuti.

Kepala Dinas Perhubungan Pamekasan Ajib Abdullah membenarkan tidak ada lahan parkir yang representatif di area pasar. Pihaknya juga belum menugaskan personel untuk stand by mengatur arus lalin di depan Pasar Blumbungan.

”Lahan parkir memang belum ada. Petugas kami belum ada yang ditugaskan khusus. Tapi sesekali kami mengontrol ke pasar. Sebab di pasar masih dalam pantauan Polsek Larangan,” katanya.

Menurut dia, perkembangan Pasar Blumbungan cukup pesat. Untuk itu, pihaknya akan melakukan kajian arus lalin di sekitar pasar. Juga kajian tentang lahan parkir. ”Itu tugas kami. Kami masih mencari atlernatif untuk lahan parkir. Pedagang semakin hari terus bertambah,” pungkas Ajib Abdullah. (c1)

(mr/hud/bas/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia