Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Madura Events

Dungkek Canangkan Digitalisasi Kepuasan Publik

20 November 2018, 10: 51: 58 WIB | editor : Abdul Basri

AKRAB: Kepala Seksi Pelayanan Kecamatan Dungkek Muhammad Sari menjelaskan sistem pelayanan kepada juri Madura Awards Mohamad Harun.

AKRAB: Kepala Seksi Pelayanan Kecamatan Dungkek Muhammad Sari menjelaskan sistem pelayanan kepada juri Madura Awards Mohamad Harun. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

SUMENEP – Penilaian lapangan nomine Madura Awards (MA) di wilayah Sumenep dimulai Senin (19/11). Kali pertama yang didatangi adalah Kecamatan Dungkek. Dalam kunjungan yang berlangsung siang itu tim juri disambut oleh Kasi Pelayanan Kecamatan Dungkek Muhammad Sari.

Ada dua juri yang datang ke Kecamatan Dungkek. Yakni, dosen Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep Mohamad Harun dan wartawan RadarMadura.id Imam S. Arizal. Perbincangan antara dua tim juri dan Muhammad Sari berlangsung hangat.

Sari menjelaskan, di kecamatannya dilakukan sistem pelayanan seperti perkantoran pada umumnya. Ada enam seksi di kantor tersebut. Yang banyak bersentuhan dengan masyarakat yakni seksi pelayanan yang dipegang oleh Sari.

”Mohon maaf, Pak, karena Pak Camat tidak bisa menemui langsung. Beliau sedang ada acara kedinasan di Pendapa Kabupaten Sumenep,” jelas Sari memulai pembicaraan.

Di luar kegiatan rutin, pihaknya juga mempunyai inovasi baru dalam bidang pelayanan. Yakni, penerapan digitalisasi indeks kepuasan masyarakat. Saat ini sudah ada mesin untuk perekaman indeks kepuasan masyarakat itu.

”Kalau barangnya sudah ada. Tinggal timnya yang belum melakukan instalasi. Karena harus diinstal dulu sebelum dipakai,” paparnya.

Dengan digitalisasi tersebut, masyarakat akan mudah memberikan penilaian pelayanan publik di Kecamatan Dungkek. Masyarakat tinggal memencet tombol yang tersedia. Apakah tombol hijau, kuning, atau merah.

”Sebelum ada alat ini, penilaian indeks kepuasan masyarakat menggunakan kertas manual,” tegasnya.

Harun menyambut baik adanya alat digital perekam indeks kepuasan masyarakat itu. Baginya, alat tersebut akan mempermudah warga memberikan penilaian. Sebab, cara manual yang selama ini digunakan cukup menyita waktu.

”Kalau manual masyarakat kadang malas menuliskan kritik dan saran. Tapi kalau dengan cara digital ini, akan lebih cepat dan praktis,” tuturnya.

(mr/luq/mam/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia