Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Features

Anak Perajin Batik Dapat Beasiswa ke Tiongkok

20 November 2018, 10: 45: 44 WIB | editor : Abdul Basri

MEMBANGGAKAN: Nauval Amanullah Murfid bersama ibundanya, Dian Eka Susilawati, di  SMK Yannas Husada Bangkalan.

MEMBANGGAKAN: Nauval Amanullah Murfid bersama ibundanya, Dian Eka Susilawati, di  SMK Yannas Husada Bangkalan. (JUPRI/RadarMadura.id)

BANGKALAN - Raut bahagia terpancar dari wajah Dian Eka Susilawati. Perajin batik itu sempat tidak percaya mendengar putra sulungnya meraih juara 1 lomba kompetensi siswa bidang farmasi klinis dan komunitas.

Ditinggal meninggal sang ayah  5 tahun lalu tidak memudarkan semangat Nauval Amanullah Murfid. Siswa kelas XII jurusan farmasi SMK Yannas Husada Bangkalan itu terus giat belajar. Dia berusaha selalu membuat bangga orang tua dan guru di sekolah.

Remaja 17 belas tahun itu baru saja menyabet juara 1 lomba kompetensi siswa bidang farmasi klinis dan komunitas tingkat nasional. Atas prestasi yang dia raih, anak dari perajin batik itu mendapatkan uang Rp 4 juta, piagam, dan piala. Tak hanya itu. Biaya pendidikan Nauval di SMK Yannas Husada Bangkalan digratiskan.

Nauval juga mendapatkan beasiswa untuk menempuh pendidikan ke kampus Yancheng Institute of Health Science, Tiongkok. Beasiswa itu diberikan oleh penyelenggara lomba, Persatuan SMK Kesehatan Indonesia (Persemki), yang juga menggandeng Indonesia Tiongkok Culture Center-Jawa Pos.

Lomba yang digelar Persemki itu dimulai 13–15 April 2018. Diikuti peserta 20 dari provinsi se-Indonesia. Jumlah delegasi mencapai 150. Kompetisi pertama langsung menjaring 5 peserta. Sementara dari lima peserta baru di-ranking kembali setelah lomba tahap dua.

Dalam babak final itu, Nauval mengalahkan SMK kesehatan dari berbagai wilayah. Di antaranya asal Blitar di urutan nomor 2. Sementara juara ke-3 ditempati peserta dari Ponorogo. Sementara materi kompetisi yang diperlombakan meliputi kefarmasian, keperawatan, analis, serta seni budaya.

Kepada RadarMadura.id, Nauval mengaku tidak minder sedikit pun menghadapi siswa lain dari berbagai penjuru Nusantara. ”Saya tidak menghiraukan yang lainnya. Yang penting saya optimistis,” ucapnya Senin (19/11).

Siswa yang dikenal pendiam itu menceritakan, sekitar sebulan menjelang kompetisi dirinya mulai mempersiapkan. Dia juga dibimbing oleh guru-guru yang biasanya mengajar di sekolahnya. ”Setiap hari saya bimbingan privat ke guru di laboratorium,” tuturnya.

Dengan tegas Nauval mengaku motivasi terbesarnya untuk bisa memenangkan lomba yaitu ingin buat membuat ibundanya tersenyum. Dengan begitu, dirinya berharap bisa mengurangi beban ekonomi yang hanya dipikul orang tua perempuannya itu. ”Motivasi saya ingin membahagiakan orang tua dan membantu orang tua saya ke depannya,” katanya sambil menatap wajah sang ibu, Dian Eka Susilawati.

Siswa yang dikenal rajin itu berterima kasih banyak kepada ibundanya dan guru-guru SMK Yannas Husada. Sebab, kata dia, prestasi yang diraihnya saat ini mustahil bisa terwujud tanpa mereka. ”Karena doa ibu dan guru serta pelajaran yang diberikan kepada saya,” katanya.

Nauval mengaku tidak patah semangat meskipun sang ayah telah meninggal saat dia kelas VIII SMP. Namun, dirinya masih bersyukur masih memiliki ibu yang hingga kini masih mendorong untuk meraih cita-cita.

Dian Eka Susilawati menceritakan, prestasi putra sulungnya itu memang membanggakan sejak kecil. Salah satu kelebihan putranya terdapat pada mata pelajaran menghitung. ”Dari SD hingga SMP selalu mendapat peringkat tiga besar,” ungkapnya.

Kali pertama mendengar Noval juara di kompetisi nasional, Dian mengaku sempat tidak percaya. Namun, beberapa saat kemudian dia langsung bersujud syukur. ”Pertama kali di-WA (WhatsApp) Nauval, saya terharu dan langsung sujud syukur,” sambungnya.

Ibu dua anak ini menyampaikan banyak terima kasih kepada semua guru SMK Yannas Husada. Prestasi yang diraih putranya itu tidak lepas dari dedikasi yang diberikan tenaga pengajar sekolah itu. Terlebih dengan digratiskannya biaya pendidikan anaknya dan beasiswa S-1 yang diterima, pihaknya mengaku sangat terbantu.

Selama ini dirinya membiayai putranya itu dengan penghasilan membatik dan dibantu saudaranya. ”Saya ucapkan banyak terima kasih yang tidak terhingga kepada ketua yayasan serta guru-guru dalam mendidik anak saya,” katanya dengan nada terharu. (c1)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia