Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Pamekasan

Pengembangan Taman Kowel Buram

20 November 2018, 10: 36: 13 WIB | editor : Abdul Basri

TERKATUNG-KATUNG: Pengunjung berada di area kolam renang di Taman Kowel, Pamekasan.

TERKATUNG-KATUNG: Pengunjung berada di area kolam renang di Taman Kowel, Pamekasan. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

PAMEKASAN – Sejumlah fasilitas Taman Kowel, Pamekasan, belum bisa dimanfaatkan oleh pengunjung hingga Senin (19/11). Di antaranya, kolam renang untuk anak-anak tidak terawat. Pagar yang mengelilingi kolam renang tersebut rusak. Semen di sudut-sudut kolam juga mengelupas.

Lurah Kowel Zainal Mistuki mengaku tidak berwenang mengembangkan pembangunan taman. Alasannya, pengelolaan taman berada di bawah tanggung jawab dinas lingkungan hidup (DLH). ”Kami hanya mengawasi karena kebetulan taman itu berada di daerah Kowel,” akunya.

Zainal juga mengaku tidak mengetahui rencana kolam renang akan difungsikan. Apalagi secara keseluruhan pembangunan taman belum selesai. Bebarapa tumbuhan belum ada tambahan. ”Tumbuhannya juga ada yang mati karena dampak kemarau panjang,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengatakan, pengembangan taman masih menunggu anggaran. Dia berharap pemerintah memberikan ruang anggaran untuk mengembangkan pembangunan taman. ”Kami masih terkendala keterbatasan anggaran. Tapi, kami terus berusaha mencari jalan alternatif agar pembangunan taman dilanjutkan,” ucapnya.

Kendati ada anggaran, lanjut Jabir, kemungkinan tidak ada alokasi untuk pembangunan kolam. Pihaknya akan menggunakan untuk fasilitas yang lebih dibutuhkan pengunjung. Misalnya, pembangunan tempat parkir baru.

Menurut dia, tempat parkir yang representatif lebih dibutuhkan pengunjung. Dengan demikian, kendaraan pengunjung lebih aman. ”Jadi, mereka (pengunjung) tidak terganggu karena takut kendaraannya hilang,” terangnya.

Selain tempat parkir, Jabir lebih memprioritaskan penerangan di sekitar taman. Sebab, warga yang berkunjung bukan siang saja. Apalagi, penerangan itu merupakan imbauan tokoh masyarakat.

”Sebelum berbicara tumbuhan dan fasilitas taman lainnya, kami lebih memprioritaskan penerangan. Terutama pada malam hari. Kami akan mengerjakan yang lebih prioritas dulu,” tukasnya. (c1)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia