Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Sastra & Budaya

Bertarung di Depan Ribuan Guru

18 November 2018, 15: 15: 23 WIB | editor : Abdul Basri

TAHAN SAKIT: Budaya ojung dari Kecamatan Batuputih ditampilkan pada Hari Guru Nasional di GOR A. Yani Sumenep.

TAHAN SAKIT: Budaya ojung dari Kecamatan Batuputih ditampilkan pada Hari Guru Nasional di GOR A. Yani Sumenep. (ALI HAFIDZ S./RadarMadura.id)

SUMENEP – Ribuan orang menyaksikan pertarungan hebat di GOR A. Yani Sumenep Sabtu (17/11). Dua orang tanpa baju saling serang menggunakan pecut rotan (lo-palo). Seorang wasit (babuto) menghentikan aksi mereka setelah terdapat bekas cambuk.

Pertunjukan tersebut merupakan penampilan ojung pada Hari Guru Nasional (HGN) se-Jawa Timur (Jatim). Bahkan, Gubernur Jatim Soekarwo juga menyaksikan tradisi dari Kecamatan Batuputih itu.

Dalam aksinya mereka memakai pelindung kepala (bukot atau buko’) dan penutup tangan kiri (tangkes). Selain itu, mereka menggunakan celana dan ditutup sarung hingga pinggang (stagen). Saat bertarung mereka tidak memakai baju dan alas kaki.

Ribuan peserta HGN menyaksikan ojung di depan panggung para tamu. Dua orang itu saling menyabetkan pecutnya. Tanpa peduli sakit meski di kulitnya terlihat bekas pecutan. Beberapa saat kemudian, wasit menghentikan pertarungan itu.

Ketua PGRI Cabang Sumenep Nurul Hamzah mengatakan, penampilan ojung sangat penting dari sisi budaya. Karena itu, ojung ditampilkan pada HGN. ”Budaya klasik ojung itu kita ambil sisi budayanya yang perlu dilestarikan,” katanya. (c2)

(mr/luq/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia