Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon-featured
Hukum & Kriminal

Eks Anggota Dewan Dituntut 1,5 Tahun

14 November 2018, 07: 05: 59 WIB | editor : Abdul Basri

TEGANG: Mantan anggota DPRD Bangkalan Ahmad Safrudin saat menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

TEGANG: Mantan anggota DPRD Bangkalan Ahmad Safrudin saat menghadiri sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. (PRAYIT FOR RadarMadura.id)

SURABAYA – Perkara dugaan penggelapan mobil dinas (mobdin) dengan terdakwa mantan anggota DPRD Bangkalan Ahmad Safrudin terus menggelinding. Jaksa sudah membacakan tuntutan terhadap terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya Selasa (13/11).

Terdakwa berusia 51 tahun asal Desa Macajah, Kecamatan Tanjungbumi itu dituntut 1 tahun 6 bulan atau 1,5 tahun dengan denda Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan. Yakni, dijerat pasal 3 jo pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Tuntutan dibacakan Dewi Ika Agustina, jaksa dari Kejari Bangkalan. Sidang mantan anggota DPRD Bangkalan itu dipimpin Hakim Ketua Wiwin.

Kasipidsus Kejari Bangkalan Hendra Purwanto mengatakan, sidang tuntutan terhadap terdakwa sudah ditunda tiga kali. Dua kali tunda lantaran belum rampung berkas tuntutan dan satu kali Hakim Wiwin tidak bisa menghadiri sidang. Baru kemarin sidang tuntutan bisa dibacakan. ”Iya, tadi sidang tuntutan,” ujarnya.

Menurut Hendra, penerapan pasal dan tuntutan 1,5 tahun kepada terdakwa itu sudah sesuai dengan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Ahmad Safrudin. Juga sudah sesuai dengan fakta-fakta persidangan.

”Tuntutan yang dibacakan jaksa sudah sesuai dengan perbuatan yang dilakukan terdakwa dan fakta-fakta persidangan,” tegasnya.

Agenda sidang selanjutnya adalah pleidoi atau pembelaan dari terdakwa. Sidang pembacaan pleidoi akan digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya pada Selasa (27/11). ”Dua minggu lagi sidang pleidoi,” kata pria asal Pamekasan itu.

Untuk diketahui, November 2013, Safrudin menggadaikan mobdin Daihatsu Xenia M 491 GP kepada Marlandas, 33, warga satu desa dengannya. Mobil warna hitam itu merupakan kendaraan operasional Fraksi Reformasi Perjuangan Rakyat.

Pada 20 Agustus 2014, masa jabatan Safrudin sebagai anggota DPRD habis. Namun, kendaraan itu tidak dikembalikan ke sekretariat DPRD. Polisi lantas menetapkan Safrudin sebagai daftar pencarian orang (DPO). Senin (9/4) sekitar pukul 00.30 berhasil menciduk Safrudin di kawasan pantai tak jauh dari rumahnya. 

(mr/bam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia