Selasa, 20 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Pamekasan

Kematian Ibu dan Anak Tinggi, Dinkes Siapkan Program E- Rembi'

Jumat, 09 Nov 2018 20:53 | editor : Abdul Basri

BARU MELAHIRKAN: Ibu Misna yang baru melahirkan anak berusia 3 hari di rumah sakit Siti Aisyah Pamekasan, Jumat (9/11).

BARU MELAHIRKAN: Ibu Misna yang baru melahirkan anak berusia 3 hari di rumah sakit Siti Aisyah Pamekasan, Jumat (9/11). (Susanti Stia Wardani/Radar Madura.id)

PAMEKASAN - Keselamatan ibu dan anak menjadi barometer keberhasilan ukuran kesejahteraan kesehatan di Kabupaten Pamekasan. Namun hal ini berbanding terbalik, justru angka kematian ibu dan anak mengalami peningkatan hingga menduduki posisi ke 3 di Jawa Timur. Mengatasi itu, pemerintah setempat menerapkan program E - Rembi' Berbasis Online.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, pada tahun 2017  Angka kematian Ibu sebanyak 8 orang, sedangkan kematian bayi sebanyak 52 orang. Tahun 2018 naik dua kali lipat, kematian ibu sebanyak 16 orang, sementara kematian bayi sebanyak 90 orang hingga bulan November.

Kondisi ini dibenarkan oleh Kasi Kesehatan Keluarga dan Masyarakat (KESGA) Bambang Budiono, Jumat (9/11). Pihaknya mengaku terus berupaya untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Pihak dinkes akan menjalankan program E-Rembi' sebagai solusi.

"Program E- Rembi' merupakan data aplikasi yang akan memuat nama-nama ibu hamil lengkap dengan perkiraan kelahirannya. Data ini akan dikelola oleh bidan di seluruh Kabupaten Pamekasan," katanya.

Secara otomatis, lanjut dia, jika kelahiran ibu hamil sudah sampai pada prediksi kelahiran sistem tersebut akan berfungsi sebagai alarm. Sehingga dilakukan penanganan intensif. Pihaknya berharap program tersebut mampu menekan angka kematian ibu dan bayi di Kota Gerbang Salam.

Dia menambahkan, akhir bulan bulan ini program tersebut akan disosialisasikan. Targetnya seluruh bidan di Pamekasan.  Aplikasi E-Rembi'  juga akan berfungsi memantau kesehatan ibu dan bayi. 

"Kami akan menerapkan ini hingga ke pelosok-pelosok Desa di Kabupaten Pamekasan. E- Rembi' juga menjadi fokus 100 hari target kerja Bupati," tambahnya.

Sementara Ibu Misna, 32, warga Desa Batu Bintang Kecamatan Batumarmar senang rencana tersebut. Perempuan  yang baru melahirkan di Rumah Sakit Siti Aisyah itu sangat mendukung program E - Rembi. "Di desa  ada bidan, tapi untuk alat-alat operasi kurang lengkap. Sehingga dirujuk ke kota.  Mudah-mudahan adanya program ini berdampak baik bagi masyarakat," ucapnya. (rm4)

(mr/fat/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia