Selasa, 20 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Madura Events

Belajar Cara Jitu Menembus Media Massa

Hari Kedua Ayo Menulis Sukses

Jumat, 09 Nov 2018 09:33 | editor : Abdul Basri

FOKUS: Peserta Ayo Menulis menyimak pemaparan materi tentang penulisan artikel ilmiah.

FOKUS: Peserta Ayo Menulis menyimak pemaparan materi tentang penulisan artikel ilmiah. (IMAM S. ARIZAL/RadarMadura.id)

SUMENEP – Program Ayo Menulis Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kembali digelar Kamis (8/11). Hari kedua acara tersebut tetap digelar di Graha Kemahasiswaan STKIP PGRI Sumenep. Acara yang terlaksana berkat kerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep ini diikuti oleh guru tingkat SD dan SMP.

Kepala Event JPRM Moh. Sugianto mengatakan, jumlah peserta pada hari kedua ini sama dengan hari pertama. Yakni, 200 guru dari berbagai sekolah di Sumenep. Mereka telah dijadwal oleh disdik untuk mengikuti program Ayo Menulis secara bergantian.

”Total peserta Ayo Menulis di Sumenep ini sebanyak 1000 orang. Mereka dijadwal bergantian selama lima hari. Setiap hari sebanyak 200 peserta yang ikut,” jelas Sugianto.

MENJELASKAN: Kepala JPRM Biro Sumenep Feri Ferdiansyah memaparkan penulisan artikel populer di media massa.

MENJELASKAN: Kepala JPRM Biro Sumenep Feri Ferdiansyah memaparkan penulisan artikel populer di media massa. (RadarMadura.id)

Pada hari kedua ini ada tiga narasumber yang hadir. Sesi pertama diisi oleh Kepala JPRM Biro Sumenep Feri Ferdiansyah. Mantan pemimpin redaksi JPRM ini memaparkan tentang cara cepat menulis artikel populer di media massa.

Secara teknis dijelaskan bahwa penulisan artikel populer dimulai dengan mengumpulkan ide atau gagasan. Kemudian, menentukan tema dan judul. Baru setelah itu menyusun alinea pembuka, alinea penjelas, dan alinea penutup. ”Setelah tulisan selesai diedit ulang, finalisasi artikel, baru kemudian dikirim ke media massa,” terangnya.

Untuk menemukan gagasan bisa diperoleh dari berbagai cara. Misalnya dengan cara wawancara, penelitian atau riset serta diskusi. Gagasan juga bisa bersumber dari bacaan dan fakta atau peristiwa yang sedang berkembang di lingkungan sekitar masyarakat.

Ketua TP PKK Sumenep Nurfitriana Busyro kembali mengajak peserta untuk gemar membaca dan menulis. Menurut dia, antara membaca dan menulis tidak bisa dipisahkan. Kualitas tulisan akan ditentukan oleh seberapa jauh seseorang kuat membaca.

Pemateri ketiga adalah Abd. Kadir yang mengulas tentang teknik menulis artikel hasil penelitian. Kasi Kurikulum SD Disdik Sumenep itu tidak hanya memaparkan teori. Tapi juga memberi contoh-contoh karya yang pernah dia tulis selama ini.

(mr/mam/luq/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia