Selasa, 20 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Pamekasan

Harga Cabai Merah Turun Drastis

Kamis, 08 Nov 2018 11:17 | editor : Abdul Basri

KUALITAS BAGUS: Junaidi memanen cabai di Dusun Berruh, Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur.

KUALITAS BAGUS: Junaidi memanen cabai di Dusun Berruh, Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur. (PRENGKI WIRANANDA/RadarMadura.id)

PAMEKASAN– Petani cabai merah di Pamekasan menjerit. Harga jual di pasaran terjun bebas. Padahal dari sisi kualitas, salah satu komoditas unggulan itu sangat bagus. Petani meyakini ada permainan harga dari pedagang.

Junaidi, 47, petani cabai merah mengatakan, sebelumnya harga cabai Rp 20 ribu per kilogram. Sejak sepekan lalu, harga merosot menjadi Rp 8 ribu per kilogram. ”Turun drastis,” katanya Rabu (7/11).

Junaidi mengaku heran atas jatuhnya harga cabai besar. Sebab, dari sisi kualitas, tidak ada penurunan. Bahkan cabai sangat bagus. Cuaca juga normal sehingga kualitas cabai terjamin.

Permintaan pasar juga cukup baik. Terbukti, pembelian di tingkat petani sama seperti sebelum harga anjlok. ”Lalu apa yang membuat harga cabai ini anjlok. Saya heran,” ujarnya di sela-sela memanen cabai.

Pria yang menanam cabai merah sejak beberapa tahun lalu itu menilai, ada permainan harga. Namun dia tidak bisa memastikan permainan itu di mana. Apakah di tingkat tengkulak atau pengecer.

Junaidi berharap pemerintah turun tangan. Stabilitas harga harus terjamin agar usaha pertanian cabai merah terus berlanjut. ”Kalau harga anjlok, kami sebagai petani bisa rugi,” ucap dia.

Junaidi menyampaikan, petani tidak muluk-muluk meminta harga cabai merah sangat tinggi. Kasihan masyarakat yang membeli jika harga cabai mahal. Tetapi minimal tidak turun drastis dari harga sebelumnya. Junaidi memberi gambaran, petani cukup bernapas lega harga cabai di kisaran Rp 20 ribu–Rp 15 ribu per kilogram.

Kabid Perdagangan Disperindag Pamekasan St Abdiyati Muradi mengaku belum mengetahui harga terbaru cabai merah. Sebab, dia masih ada tugas kantor sehingga belum membaca laporan. ”Saya belum baca laporan dari yang mendata,” tukasnya. 

(mr/pen/hud/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia