Selasa, 20 Nov 2018
radarmadura
 
icon featured
Hukum & Kriminal

Ngaku Wartawan, Malah Mencuri

Catut Nama Radar Madura Datangi Sekolah

Kamis, 08 Nov 2018 11:03 | editor : Abdul Basri

Ngaku Wartawan, Malah Mencuri

BANGKALAN – Sekitar pukul 09.00 Rabu (7/11), SDN Pejagan 6 Bangkalan kedatangan dua orang pria yang mengaku wartawan. Mereka bahkan mencatut nama Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dan beralasan ingin bertemu kepala sekolah tersebut.

Mengetahui ruang kantor sekolah sepi, kedua pelaku mengambil handphone (HP) yang saat itu sedang dicas. Aksi mereka diketahui salah satu siswa. ”Mereka mengaku dari Radar Madura. Mereka pergi setelah membawa HP saya, Samsung A3 yang sedang dicas,” kata Khairiyah, guru SDN Pejagan 6.

Khairiyah baru mengetahui dua pelaku pencurian HP bukanlah wartawan JPRM setelah dia datang ke kantor pusat JPRM di Jalan Soekarno-Hatta, Bilaporah, Socah Nomor 99, Bangkalan. ”Saya datang ke sini untuk memastikan kebenarannya,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan juga menerima adanya pencurian di SDN Patengteng 1, Modung. Ada dua orang tak dikenal (OTK) menggasak 1 unit HP dan uang sekitar Rp 15 juta.

Koordinator Liputan (Korlip) JPRM Lukman Hakim AG mengutuk keras tindakan oknum yang mengaku dari JPRM untuk melakukan tindak kriminal. Diterangkan, JPRM Rabu (7/11) tidak menugaskan kru divisi apa pun ke SDN Pejagan 6 Bangkalan dan SDN Patengteng 1 Modung.

”Jelas itu bukan kru kami. Apalagi bertindak kriminal. Seharian ini (kemarin, Red) tidak ada kru yang bertugas untuk datang ke dua sekolah tersebut,” tegasnya.

Dijelaskan, setiap kru JPRM, khususnya wartawan yang bertugas liputan dibekali dengan kartu pers (ID card) atau surat tugas. Maka dari itu, dia meminta semua pihak yang didatangi orang yang mengaku dari JPRM diharapkan meminta surat tugas atau kartu identitas dari media bersangkutan.

Jika ada oknum yang mengaku dari JPRM namun tidak bisa menunjukkan ID card pers resmi dari JPRM, Lukman meminta agar oknum tersebut diamankan. Kemudian, konfirmasikan kebenaran keanggotaan kepada media terkait.

”Tidak hanya JPRM, jika ada orang mengaku dari salah satu media tapi tidak disertai kartu pers, amankan,” sarannya.

Sementara itu, Plt Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika membenarkan mengenai informasi tersebut. Menurut dia, informasi tersebut sudah beredar. Namun pihaknya tidak meyakini dua oknum tersebut sebagai kru JPRM.

Bambang meyakini dua orang tersebut merupakan pelaku kejahatan yang mengaku sebagai kru JPRM. Dia meminta semua pihak berhati-hati. Mengingat, pelaku kriminal memiliki banyak cara untuk melancarkan aksi kejahatan. ”Kami akan sampaikan kepada para kepala sekolah jika dua oknum itu bukan kru JPRM, kami juga akan imbau untuk lebih waspada,” imbaunya. 

(mr/bad/onk/bas/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
Most Read
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia