Selasa, 11 Dec 2018
radarmadura
icon featured
Bangkalan

Kapolres: Jangan Suriahkan Indonesia

08 November 2018, 10: 49: 04 WIB | editor : Abdul Basri

KOMPAK: Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan berfoto bersama pemateri dan moderator seminar usai memberikan cenderamata di Stikes NHM.

KOMPAK: Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan berfoto bersama pemateri dan moderator seminar usai memberikan cenderamata di Stikes NHM. (BAHRUL ULUM/RadarMadura.id)

BANGKALAN – Polres Bangkalan menggelar Seminar Rethinking Nationalism di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Ngudia Husada Madura (NHM) Rabu (7/11). Seminar itu mengangkat tema Bahaya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap Ideologi Pancasila, Jangan Suriahkan Indonesia.

Ratusan audiens hadir dalam acara tersebut. Mulai dari keluarga besar pondok pesantren (ponpes) di Bangkalan, ulama, kiai, tokoh agama, organisasi masyarakat (ormas) Islam, organisasi kepemudaan (OKP), dan tokoh masyarakat (tomas).

Ada empat pemateri yang dihadirkan dalam seminar tersebut. Yakni, Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami) MNajih Arromadloni, Direktur Aswaja NU Center Jawa Timur KH Ma’ruf Khozin, Ketua PC NU Bangkalan KH Makki Nasir, dan Dekan FISIB UTM Surokim Abdussalam.

Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan, Seminar Rethinking Nationalism tentang bahaya HTI terhadap ideologi Pancasila itu perlu dilakukan. Dengan demikian, masyarakat bisa mengetahui bahayanya faham radikalisme. Dengan begitu, kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga.

”Dengan mengetahui bahayanya ini, kita tidak akan mudah terprovokasi. Seluruh anak bangsa harus bersatu memelihara rasa kesatuan dan persatuan untuk mempertahankan Pancasila. NKRI harga mati,” tegasnya.

Boby mencontohkan, Suriah awalnya negara sejahtera dan makmur. Setelah tercampur paham radikalisme, negara Suriah menjadi hancur. ”Jangan suriahkan Indonesia. Jangan suriahkan Bangkalan,” imbaunya. 

(mr/bam/onk/bas/JPR)

 TOP
 
 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia